VIDEO

NEWS VIDEO: AISEC USU Gelar English Competition dan International Talk Show

AIESEC Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar acara bertema English Competition dan Talk Show di SMP Budi Murni 1 di Jalan Timor, Medan, Sumatera

Tayang:
Penulis: M.Andimaz Kahfi |

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - AIESEC Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar acara bertema English Competition dan Talk Show di SMP Budi Murni 1 di Jalan Timor, Medan, Sumatera Utara, Kamis (24/8/2017).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Summer School Sensation dan Waste Alert. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Tanoto foundation, Dinas Kebersihan Kota Medan, Budaya Hijau Indonesia, dan Yayasan Don Bosco.

Ketua Project Waste Alert 2.0, Callista Sinamo (20), mengatakan bahwa kegiatan English Competition dan Talkshow dimeriahkan oleh sekitar 16 sekolah yang bekerjasama dengan AIESEC USU.

Baca: Relawan AIESEC USU Ajarkan Siswa Pancabudi Gunakan Internet Sehat

Baca: NEWS VIDEO - AIESEC USU Kunjungi Go River Indonesia

Baca: NEWS VIDEO - Mahasiswi Cantik Bule Ini Rela Ikut Program AIESEC Waste Alert 2.0 karena Alasan Ini

"Untuk kegiatan English Competition itu adalah drama. Untuk hari ini, sekitar 6 kelompok yang melakukan kontes drama," kata Callista, Kamis (24/8/2017).

Selain English Competition juga ada Talkshow. Dimana Talk Show itu sendiri membahas masalah-masalah yang dihadapi dalam project tersebut.

"Kita juga adakan Talkshow. Dimana Talkshow ini seperti sharing terkait masalah-masalah yang dihadapi didalam project ini. Dan solusi apa yang telah dilakukan," sambungnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, AIESEC USU juga mendatangkan Exchange participant atau peserta pertukaran pelajar dari Vietnam.

"Ia menjelaskan bahwa keadaan sampah di kota Medan benar-benar sangat buruk. Ada 2 faktor yang membuat hal itu terjadi, seperti masyarakat tidak peduli karena mereka membuang sampah ke tps yang ilegal. Dan juga pihak dari Dinas kebersihan Kota Medan tidak memberikan fasilitas yang terbaik untuk menaungi sampah," tambahnya.

Projek Waste Alert adalah partner dari Tanoto Foundation. Salah satu kegitan yang telah dilakukan yaitu gotong royong, tepatnya di Belawan, disana dibantu oleh Dinas Kebersihan Kota Medan.

"Terlihat jelas bahwa Dinas Kebersihan Kota Medan sangat peduli dengan sampah. Hanya saja komunikasi ke masyarakat yg masih kurang, dan fasilitas yang diberikan masih belum memadai. Bahkan masyarakat sendiri sebenarnya peduli, hanya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah yang belum satu hati," tambahnya

Diharapkan kepada Dinas Kebersihan Kota Medan untuk lebih memperhatikan lagi kebersihan Kota Medan, serta masyarakat yang masih tinggal didaerah kumuh.(*)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved