REUNI AKBAR: Kenang Masa Lalu, Alumni Lintas Angkatan 1960-2000 SD-SMP Kemala Bhayangkari I Medan
Kekompakan tak dibatasi usia, suku, agama dan jabatan. Mulai tingkat profesi pengusaha, wiaswasta, pejabat sampai dosen melebur
Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Seratusan orang tua beragam usia berkumpul di Hotel Polonia, Medan, Jalan Imam Bonjol, Kamis (21/9/2017). Kehadiran mereka di sana untuk mengikuti Reuni 2017 Alumni Lintas Angkatan 1960-2000 SD-SMP Kemala Bhayangkari I Medan.
Terlihat, sekitar 20-an meja mereka tempati sesuai tahun dan angkatan masing-masing. Di atas meja-meja ini terletak semacam alamat mempermudah alumni menyesuaikan tempat sesuai angkatannya, yakni mulai tahun 1960-2000.
Mereka yang dominan mengenakan baju putih ini tertawa lepas. Bercanda, kompak bercerita mengenang masa-masa suka dan duka waktu sekolah. Membahas sosok guru-guru yang tak pernah lekang dari ingatan mereka.
Baca: Good News, Bus Angkut Gratis Penumpang dari Bandara Silangit ke Samosir PP
Baca: LIVE STREAMING PSIS SEMARANG VS PSMS MEDAN
Baca: KASUS PEMBUNUHAN: Pdt Andreas Josep Tarigan Ditahan Polrestabes Medan, Ini Keterangan GBKP
Kebagahagian dan kekompakan mereka tak dibatasi usia, suku, agama dan jabatan. Mulai tingkat profesi pengusaha, wiaswasta, pejabat sampai dosen melebur dalam tawa yang mesra.
Danri (51), satu dari alumni kepada harian Tribun Medan/www.tribunmedan.com mengatakan, merasa senang dapat mengikuti kegiatan ini. Dia mengaku mendapat banyak manfaat bergabung dalam Reuni 2017 Alumni Lintas Angkatan 1960-2000 SD-SMP Kemala Bhayangkari I Medan.
"Alhamdulillah, karena saya diberi kesempatan berjumpa kawan-kawan SD dari tahun 1960 sampai tahun 2000. Moment seperti ini sangat jarang terjadi untuk mengenang masa masa yang puluhan tahun tidak jumpa," sebut wanita angkatan 79 ini.
Katanya, dengan berkumpul seperti ini semakin mempererat hubungan antara mereka. Sebagaimana dulunya, satu sama lain tahu betul karakter masing-masing temannya yang ia nilai masih polos-polosnya.
Banyak cerita yang tersimpan di memori Denri, ibu beranak tiga ini. Bahagia bisa bertemu kembali, yang sebelumnya ia pikir tak akan ada kesempatan bertemu lagi.
Baca: TEROR KEPALA BABI: Ini Sudah Dua Kali, Kapolda Sumut: Masih Kami Periksa
"Senang sekali karena dah lama gak ketemu. Senang lucu, banyak perubahan dai antara kawan-kawan. Yang lucunya dulu, ada kawan di lokal diam-diam, rupanya karena berak celana di kelas. Dia karena takut ke WC, dan kejadiannya waktu kelas dua. Tapi sekarang dia udah sukses, dan sebentat lagi orangnya datang kok," sebut perempuan berjilbab biru ini.
Bagi mereka angkatan SD Bhayangkari 1979, kenangn seperti ini semakin memperkental ingatan pada masa-masa sekolah dulu. Saat ini hal itu justru membuat mereka tertawa lepas dan membuat semakin kompak, meski rekannya tak perlu harus berak celana lagi.
Bagi Denri, ikut reuni membuatnya bertambah teman. Menambah wawasan yang positif dan silaturahmi. Serta menyambung kekeluargaan ke sesama alumni yang berbeda latar belakang agama, suku, dan profesi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bhayangkari_20170921_160602.jpg)