Traveller

Dulunya Pemandian Orang Belanda, Indahnya Pemandian Alam Sweembath

Kekayaan panorama alam Kabupaten Simalungun, masih banyak yang belum terekspose mata pecinta traveling.

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Salomo Tarigan
tribun medan/dedy kurniawan
Pemandian alam Sweembath di Nagori Naga Soppa, Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun 

"Dulunya ini pamandian orang Belanda.  Mereka yang bangun pemandian ini.  Belakangan mulai dikelolah pemerintah dan warga setempat.  Awalnya ini ditemukan mata air yang memancar besar dan jernih," katanya.

Di lokasi ini juga terlihat jembatan besi yang bisa dinikmati untuk melompat gaya bebas dari atas ke arah kolam. Warga sekitar juga banyak yang hidup mencari nafkah menjajakan jajana kuliner,  seperti mi sop, gadogado, pecal, mi goreng, dan beragam camilan serta minuman.

Baca: Alhamdulillah! Jemaah Haji Kloter 21/MES Tiba di Tanah Air

Wisatawan lokal yang datang tidak hanya dari sekitar Simalungun, bahkan ada yang datang dari Rantau Prapat.  Dini misalnya.  Dia datang setelah melihat salah satu akun Instagram. 

Pemandian alam Sweembath
Pemandian alam Sweembath (tribun medan/dedy kurniawan)

"Tahu lokasi ini dari Sosmed, tertariknya karena lihat airnya jernih dan katanya sejuk. Apalagi kan pemandian mata air jadi belum tercemar bahan kaporit.  Datang sama keluarga ini," ujarnya. 

Untuk tarif masuk, pengunjung tak usah takut harus merogoh kocek sampai dalam.  Karena per orang hanya dikenakan tarif Rp 5.000 per orang.  Jika datang beramai-ramai bahkan bisa diberi potongan harga.  (dyk/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved