Sopir Truk Kontainer Demonstrasi, PT KIM Bantah Lakukan Pungutan Liar

Humas PT Kawasan Industri Medan (KIM) Baringin Simanjuntak menyangkal dugaan pungutan liar bermodus biaya parkir tersebut.

Penulis: Tulus IT |
Tribun Medan/Nanda
Sejumlah orang yang tergabung dalam Organda Sumut, Angsuspel Belawan dan Keseper saat menggelar aksi unjuk rasa di luar gerbang Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (2/10/2017). Aksi ini digelar menuntut dugaan praktik pungutan liar di kawasan KIM. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Nanda F. Batubara

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Humas PT Kawasan Industri Medan (KIM) Baringin Simanjuntak menyangkal dugaan pungutan liar bermodus biaya parkir tersebut.

Baringin menjelaskan, kutipan uang tersebut resmi dan menjadi pemasukan bagi perusahaan.

"Itu uang masuk tidak pungutan liar. Itu memang resmi uang masuk atau parkir untuk truk yang masuk," kata Baringin melalui sambungan telepon.

Baringin mengatakan, PT KIM menggandeng persusahaan parkir swasta untuk mengelola.

Baca: Gak Kuat dengan Pungli di Kawasan Industri Medan, Sopir Truk Lakukan Aksi Unik Ini

Meski resmi, Baringin mengaku tidak ingat pasti tarif resmi parkir yang dikenakan terhadap truk. Yang jelas, kata dia, sistem ini juga sudah berlangsung sejak lama. Lebih dari dua tahun lalu.

"Itu yang saya lupa. Tapi saya rasa tidak sampai segitu (Rp 15 ribu)," katanya.

Baringin menambahkan, alasan perusahaan menerapkan biaya parkir adalah ketertiban. Menurut dia, selama ini banyak truk liar yang parkir sembarangan.

"Tujuannya biar tertib," katanya.

Baca: Sopir Truk Kontainer Mengeluh Banyaknya Pungli, Ini Reaksi Baskami Ginting

Sejumlah sopir truk kontainer memarkir mobilnya di depan Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol, Medan.

Truk-truk ini mengangkut puluhan orang yang tergabung dalam sejumlah organisasi, yakni Kesatuan Pemilik dan Sopir Angkutan (Kesper), Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumut) dan Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Belawan.

Kompak mengenakan baju serba putih, massa menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut dugaan praktik pungutan liar yang mereka alami di PT Kawasan Industri Medan (KIM) II.

Kedatangan massa ditandai dengan suara bising yang berasal dari klakson truk. Aksi ini pun menarik perhatian sejumlah orang yang turut melintas di sekitar lokasi aksi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved