Usai Dokter Ditampar dan Pahanya Dipegangi Ketua DPRD, 17 Dokter Magang Dipindahkan
Kementerian Kesehatan menarik 17 dokter internship atau magang yang ada di Kabupaten Lebong, Bengkulu
Di ruangan itu, Raharjo dan dokter I bicara empat mata sambil duduk berhadapan. Dia mengaku sempat memegang paha dokter I dengan sedikit keras sambil bicara. Raharjo menuturkan, dia hanya menanyakan kenapa dokter I mudah tersinggung saat dirinya bertanya.
"Dek, jangan mudah tersinggung, saya hanya bertanya tadi," kata Raharjo kembali mengulang pernyataannya saat itu.
Menurut Raharjo, dokter I menjawab bahwa dirinya tidak tersinggung. Raharjo lalu mengingatkan dokter I bahwa mereka berdua sama-sama pelayan masyarakat. Dia pun sempat bertanya tentang dirinya kepada dokter I.
"Saya tanya, 'Anda kenal saya?'. Lalu dia jawab 'tidak kenal, Pak'. Saat itulah saya sentuh pipinya dengan jari, saya towel tidak ada penamparan," tutur Raharjo.
Menurut dia, saat mencolek pipi dokter I lah tiba-tiba seorang dokter perempuan berinisial Y datand lalu berteriak bahwa Raharjo menampar dokter I.
"Karena dokter Y berteriak keras, maka muncullah kegaduhan hingga ada juga pasien dan ramai orang. Mereka berteriak juga akan lapor ke polisi," ungkap Raharjo.
Setelah itu, dia meninggalkan rumah sakit lalu menghubungi Direktur RSUD Lebong. Dia mengatakan, jika ada penamparan, maka seharusnya ada bekas tamparan di pipi dokter I.
"Silakan divisum apakah ada bekas tamparan karena bukan tamparan. Saya cuma mentowel pipi, bukan menampar. Ini juga sudah saya klarifikasi ke polisi, direktur, dan dalam dengar pendapat di DPRD sudah saya sampaikan," kata dia.
Sejauh ini pihaknya masih melakukan upaya damai dengan dokter I.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ketua-dprd-lebong-teguh-raharjo-eko-purwoto_20171005_212058.jpg)