Mengudar 4 Fakta di Balik Tembak Mati Gembong Perampok dan Pembacokan Personel Brimob
Tribun-medan.com merangkum 4 fakta di balik tewasnya gembong perampokan ini hingga kinerja kepolisian mengungkapnya.
Laporan Wartawan Tribun Medan/Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Satuan Reserse Kriminal Polres Tapanuli Selatan menembak mati gembong perampok bernama M Hasan Harahap alias Hasan Tappul.
Hasan ditembak di kawasan Sunggal, Kota Medan usai diburon karena kasus perampokan, dan membacok anggota Detasemen C Brimob Sipirok, Bripka DN.
Tribun-medan.com merangkum 4 fakta di balik tewasnya gembong perampokan ini hingga kinerja kepolisian mengungkapnya.
1. Terlibat dalam 46 Kasus
M Hasan Harahap alias Hasan Tappul dan gengnya sudah meresahkan masyarakat atas aksi-aksinya.
Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP M Iqbal Harahap mengatakan sudah ada 46 laporan yang mereka terima di wilayah hukumnya
"Sudah ada 46 laporannya di Polres Tapsel ini. Pelaku yang kami tindak tegas ini sudah sangat meresahkan, dan sering melakukan perampokan di jalan lintas Sumatera," kata AKBP M Iqbal Harahap, Rabu (1/11/2017).
2. Dua Kaki Tangan Sang Gembong Turut Diciduk
Selain menangkap Hasan, petugas yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Ismawansyah juga menangkap dua kaki tangan Hasan.
Mereka adalah RH alias Lomo dan AP alias Ali.
"Karena keduanya juga melawan dan berniat kabur, pelaku kami berikan tindakan tegas di bagian kakinya. Sejauh ini, sudah ada sembilan tersangka lain yang kami bekuk," ungkap Iqbal.
Baca: Akhirnya Terkuak Alasan Mengapa Nabillah Keluar dari JKT48
Baca: Yuk Daftar Ulang Kartu Indosat Ooredoo Kamu dengan Cara Berikut
Baca: Mau Registrasi Ulang Kartu Prabayar tapi Tak Punya e-KTP, Begini Caranya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pelaku_20171101_125444.jpg)