Baca Edisi Cetak Tribun Medan
Sang Adik Histeris, Abangnya Richard Tewas Bersimbah Darah Dibacok Perampok
Refles Pakpahan tak henti meneteskan air mata, saat dapat kabar ada pembacokan di rumahnya
Tayang:
Editor:
Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Orangtua korban Boru Sitorus menangis, kondisinya masih trauma setelah melihat kondisi luka bacok anaknya pascaperampokan dikediamanya di Tanjung Morawa, Deliserdang, Sumatera Utara, Selasa (14/11). Pihak kepolisian setempat masih mendalami peristiwa perampokan tersebut yang menyebabkan Ricahrd Fanes meninggal dunia.
Namun, pihak GL Tobing merujuk Richard ke Rumah Sakit Pirngadi Medan. Nyawa remaja tersebut pun tidak tertolong. Ia meninggal dunia sekitar pukul 20.30 WIB akibat luka bacok pada bagian leher.
Menurut dokter jaga UGD, yang menangani Richard, dr Triase, kondisi korban sudah kejang-kejang saat tiba di RS Pirngadi. Tim dokter langsung melakukan penanganan awal. "Kondisi korban memang sudah sekarat. Kita lakukan pompa jantung manual, tapi nyawanya tak tertolong," ujar Triase.
Setelah dinyatakan meninggal, pihak keluarga membawa jenazah Richard pulang menggunakan ambulans RS GL Tobing. (tio/tribunmedan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/korban-perampokan_20171115_092550.jpg)