Edisi Tribun Medan
Banjir Medan Tewaskan 2 Bocah, Erni Menangis Mencari Jasad Anaknya
Erni meneteskan air mata saat keliling kampung mencari anaknya Muhammad Ihsan (7), yang tenggelam
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Erni meneteskan air mata saat keliling kampung mencari anaknya Muhammad Ihsan (7), yang tenggelam ketika terjadi banjir di permukiman padat penduduk, Jalan Brigjen Katamso, Gang Merdeka, Sei Mati, Medan Maimoon, Minggu (3/12).
Banjir setinggi satu meter hingga dua meter di tiga kelurahan di Kota Medan tersebut berujung dua korban meninggal. Korban tersebut adalah Ihsan dan Muhammad Noval Zaki (5). Jasad kedua anak itu ditemukan berdekatan, berjarak sekitar 20 meter.
Saat melakukan pencarian, warga lebih dulu menemukan jasad Zaki, warga Gang Bidan, Seimati, Medan Maimoon. Dapat kabar Zaki meninggal tenggelam, Erni mendatangi konsentrasi warga di Gang Merdeka, Jalan Brigjen Katamso. Ia meneteskan air mata, anaknya mendadak hilang.
Perempuan berkulit sawo matang tersebut juga mempertanyakan keberadaan teman sebaya Ihsan, namun tidak ada yang melihat. Karena itu, ia meminta tolong kepada warga kampung mencari anaknya.
"Anakku, Ihsan enggak nampak, dan enggak ada yang tahu, tolonglah Pak, bantu cari entah ke mana dia tidak kelihatan," ujarnya sambil meneteskan air mata di hadapan warga yang berkumpul, Minggu siang.
Setelah mendengar penjelasan itu, belasan warga yang berkumpul berpencar mencari Ihsan. Mereka menelusuri kawasan perkampungan yang terendam banjir. Erni bersama beberapa rekannya juga keliling kampung sembari meminta bantuan warga mencari putranya.
Raut wajahnya muram saat mondar-mandir mencari Ihsan. Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 12.45 WIB atau usai Azan Zuhur berkumandang, warga bernama Dodi menemukan jasad Ihsan. Saat itu, Dodi, yang mencari Ihsan di perkampungan yang teredam air meresa memijak sesuatu.
"Aku menelusuri perkampungan yang tergenang air. Pada mulanya, aku merasa memijak benda. Setelah aku naikkan rupanya karet ban. Setelah itu, aku menduga anak itu tenggelam tidak jauh dari lokasi itu. Jadi, saat aku merasa memijak benda lagi, langsung aku naikkan pakai kaki dan terlihat pakaian," kata Dodi menceritakan proses penemuan jenazah Ihsan.
Dodi pun menarik kaus warna biru, yang ternyata pakaian Ihsan. Ia kemudian menggendong tubuh Ihsan dan membawanya ke arah kumpulan warga. Suara tangis pun menggema di lokasi.
Pria berbadan gempal itu kemudian menyerahkan jasad Ihsan kepada petugas BPBD Kota Medan dan beberapa warga di bagian depan Gang Kenanga. Jenazah Ihsan dibawa ke Rumah Sakit Teratai.
Saat ditemukan, putra pasangan Ahmad Sani dan Erni tersebut sudah tak bernyawa. Sekujur tubuhnya membiru. Jenazah Ihsan dikebumikan pukul 17.00 WIB, setelah dilakukan fardu kifayah.
Sebelumnya, warga menemukan Zaki tidak bernyawa karena tenggelam pada pukul 10.30 WIB. Zaki merupakan anak pasangan Irwanto (42) dan Khadijah (40). Zaki ditemukan setelah satu jam tenggelam di tengah permukiman warga yang banjir.
Warga Gang Merdeka Siti Mariam (29) mengatakan, puluhan warga membantu mencari Zaki. Warga memanggil petugas kepolisian dan tim BPBD Kota Medan agar proses pencarian lancar.
"Proses pencarian selama satu jam. Kejadian pukul 09.30 WIB dan baru ditemukan satu jam kemudian," ujarnyasaat ditemui di lokasi banjir.
Ia menambahkan, Zaki ditemukan di bawah pohon jambu. Kala itu, warga yang mencari jasad Zaki merasa memijak sesuatu, yang ternyata jasad Zaki. Warga kemudian membawa jasad Zaki ke klinik terdekat. Saat itu, mulut Noval sudah berbui sehingga langsung dilarikan ke Rumah Sakit Teratai, Kampung Baru.
"Tim dokter menyatakan anak itu sudah tidak tertolong lagi. Sehingga, jenazahnya diibawa ke rumah keluarga di kawasan Simpanglimun," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/gogog_20171203_134424.jpg)