Edisi Tribun Medan
Banjir Medan Tewaskan 2 Bocah, Erni Menangis Mencari Jasad Anaknya
Erni meneteskan air mata saat keliling kampung mencari anaknya Muhammad Ihsan (7), yang tenggelam
Ia kemudian menceritakan, kronologi tenggemanya Zaki. Katanya, Zaki mengikuti Irwanton, ayahnya dari belakang. Tapi, Irwanto enggak menyadari anaknya ikut berjalan di belakangnya menyusuri genangan air setinggi satu meter.
"Ayahnya mau ngantar sarapan untuk mamaknya (ibu Zaki). Jadi, si anak itu ditaroh di atas tangga kedai jualan. Tapi, anak itu turun dan mengikuti ayahnya dari belakang, jadi tenggelam," ujarnya.
Sebelum Zaki mengikuti ayahnya dari belakang, lanjutnya, para warga sudah melarang anak itu turun, karena arus air banjir lumayan deras. Tapi enggak digubris. "Habis itu terseret air dia sekitar dua meter. Saat ayahnya balik, anaknya udah enggak ada. Kami pakai kaki meraba, karena anak itu sudah tenggelam," ungkapnya
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Arjuna Sembiring menjelaskan, banjir di Kota Medan merupakan dampak dari tingginya curah hujan di hulu, yakni Kabupaten Tanah Karo, Sibolangit, Deliserdang dan di Kota Medan dan sekitarnya.
"Dari BMKG sudah diberitahu bahwa curah hujan meningkat, sehingga kami informasi kepada warga khususnya yang tinggal di bantaran sungai untuk waspada. Ada dua warga yang meninggal tenggelam akibat orangtua kelupaan, sehingga anak-anak dibiarkan bermain," katanya.
Berdasar Informasi dari Manager Pusdalops M Yunus, banjir merendam tiga keluharan, yakni Kelurahan Seimati, Kelurahan Aur, dan Kwala Bekala, Medan Johor. Permukaan air Sungai Deli naik berkisar 25 sentimeter hingga 50 sentimeter.
Adapun jumlah penduduk di Jalan Brigjen Katamso, Gang Merdeka, Lingkungan VIII dan IX, Kelurahan Seimati, 717 kepala keluarga. Warga memilih bertahan di rumah masing-masing alias enggak mengungsi akibat banjir.
Sedangkan, warga Jalan Sudirman Lingkungan II dan IV, Kelurahan Aur, Medan Maimoon yang terendam air setinggi 1,5 meter hingga dua meter mencapai 278 kepala keluarga. Kemudian, warga Jalan Luku, Gang Bersama, Lingkungan III, Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor yang kebanjiran mencapai 145 kepala keluarga.
"Untuk kawasan Medan Johor air mengalami kenaikan setinggi 150 sentimeter-200 meter dan sebagian warga bertahan di rumah masing-masing. Ada delapan orang warga mengungsi di Masjid Al Mutaqqin," ungkapnya.
Kena Petir
Selain dua korban tenggelam akibat banjir, hujan deras yang disertai petir di Kota Medan juga memakan korban jiwa di Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia. Heri Lubis (38) alias Heri Kambing tewas setelah disambar petir saat mancing di kolam, Jalan Bilal Gang Kolam Sari Rejo, kemarin.
"Korban sedang memancing saat hujan deras dan petir tersebut. Dia mancing sama temannya bernama Dian," kata pemilik kolam pancing, Subandi .
Ia menambahkan, sebelum kejadian, Heri dan Dian tetap memancing saat hujan. Mereka berlindung di bawah atap rumbia kolam pancing. Dian terlihat sedang menelepon. Usai menelepon, ia memasukkan ponselnya ke tas kecil yang dipakainya.
Beberapa menit kemudian petir menyambar Heri dan Dian. Mereka tampak kejang-kejang. "Saya langsung mendatangi kedua korban untuk melihat kondisinya. Kedua korban kejang-kejang sambil melotot," kata Subandi.
"Korban yang diketahui bernama Dian sempat mengatakan 'aduh panas kali badanku ini," tambahnya.
Usai tersambar petir, Heri meninggal di tempat. Sementara Dian dilarikan ke RS Fajar.
Namun karena alat medis tidak memadai, Dian dibawa ke RS Mitra Sejati, Jalan Jenderal AH Nasution.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/gogog_20171203_134424.jpg)