Breaking News
Dorr. . . Perwira Polisi Pangkat Kompol Diduga Tembak Adik Ipar, Suara Dentuman Beruntun
Dia memang sudah lama tak pulang ke sini sejak pindah tugas. Ini rumah orang tuanya. Tadi tetangga-tetangga sempat disalaminya
"Iya, sudah di sini (Polda Sumut). Sedang dimintai keterangan. Tapi bagaimana kronologisnya belum tahu pasti. Besok saja perkembangannya bagaimana," kata sumber Tribun-Medan.com.
Sumber lain menyebut, F sebelumnya bertugas di Polrestabes Medan dan pernah menjabat Kasat Reskrim. Sekarang bertugas di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Wakapolrestabes Medan, AKBP Tata Dirsan Atmaja, sekitar pukul 24.00 WIB, sampai di TKP.
Dia datang bersama sejumlah perwira di Polrestabes Medan. Namun belum ada keterangan yang diberikan.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto beserta Wakapolrestabes, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Rabu (4/4) jelang tengah malam datang ke satu rumah di Jalan Tirtosari Gang Keluarga, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Sumatera Utara.
"Yang menangani ini Polda bukan Polrestabes, karena diduga pelaku merupakan seorang polisi," kata Dadang di TKP, Kamis (5/4/2018) dinihari.
Sutini Menggendong Balita yang Terus Menangis
Belakangan diketahui suara letusan itu berasal dari rumah seorang warga disebut-sebut bernama Sutini alias Heni.
"Aku pikir mercon, jadi enggak peduli tadi. Cemanalah tadi habis salat tak enak badan jadi golek-golek di rumah," kata warga bernama Juraidah (75) pada www.Tribun-Medan.com.
Baca: Ada Letusan Beruntun Sebelum Oknum Perwira Polisi Keluar Menenteng Senjata
Baca: Usai Mengeksekusi Suami dari Adiknya, Kompol F Dikabarkan Langsung Menyerahkan Diri ke Polda Sumut
Kediaman Juraidah berada tepat di sebelah rumah yang diduga sebagai Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun saat ditanya, dia tidak dapat memastikan berapa kali suara mirip ledakan mercon itu didengarnya.
"Berapa kali enggak ingat. Pastinya waktu keluar aku dengar kalau ada yang kena tembak. Tidak begitu tahu aku nama yang kena tembak itu. Soalnya jarang ketemu. Tapi mereka sekeluarga orang baik, kok. Istrinya kerja sebagai guru," ujarnya.
Pantauan Tribun-Medan.com, hingga menjelang pukul 24.00, TKP masih ramai. Sejumlah polisi kemudian membawa seorang perempuan dari sebuah warung.
Informasi warga, perempuan itu bernama Sutini alias Heni, istri dari korban penembakan bernama Zumingan alias Zun. Saat dibawa petugas masuk kembali ke rumah, Sutini menggendong balita yang terus menangis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/penembakan2_20180405_004229.jpg)