Breaking News
Dorr. . . Perwira Polisi Pangkat Kompol Diduga Tembak Adik Ipar, Suara Dentuman Beruntun
Dia memang sudah lama tak pulang ke sini sejak pindah tugas. Ini rumah orang tuanya. Tadi tetangga-tetangga sempat disalaminya
Belum diketahui secara pasti pelaku penembakan. Informasi diperoleh Tribun-Medan.com, penembakan dilakukan seorang berinisial F, polisi yang pernah bertugas di Polresta Medan. F disebut-sebut adik kandung Sutini.
"Ini rumah orangtuanya Pak F, pernah di Polresta Medan, tapi sekarang dengar-dengar tugas di Lombok (NTB). Adiknya yang paling kecil tinggal di sini bersama orangtuanya mereka," kata seorang lelaki berkacamata, warga setempat yang tidak ingin namanya disebut.
Korban penembakan Zun telah dibawa polisi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut di Jl KH Wahid Hasyim. Di TKP, petugas memasang garis polisi dan memerintahkan warga yang masih berkerumun untuk menjauh.
Suara Tembakan Beruntun
Seorang perempuan warga setempat yang namanya tidak ingin dipeublikasikan menyebut saat kejadian dirinya sedang berada di dalam rumah.
"Suaranya keras, beruntun beberapa kali. Seperti mercon, tak tahunya letusan pistol. Kami kaget sekali," katanya.
Baca: Masya Allah, Penarik Becak, Korban Abu Tours Diumrahkan Penonton Mata Najwa, Ini Videonya
Baca: Kapolrestabes Medan Datangi TKP Penembakan Diduga Dilakukan Perwira Polisi
Lebih mengagetkan karena pelaku penembakan adalah orang yang dia kenal. "Anak pemilik rumah itu. Dia polisi, sekarang sudah pindah tugas. Tadi pas datang dengar-dengar dari tetangga lain, sempat disalaminya orang-orang sini," ujarnya.
Setelah kejadian, sejumlah warga sempat melihat oknum polisi yang diduga pelaku keluar rumah dengan menenteng senjata. Tidak ada warga yang berusaha mengadang atau sekadar bertanya.
Ditanya mengenai penyebab penembakan, perempuan ini mengaku tidak tahu. "Saya enggak dengar. Cuma dengar suara letusan itu. Pas keluar, sempat lihat tapi sudah agak jauh. Bawa perempuan, mungkin mamaknya (ibu). Soalnya, mamaknya itu, kan, sedang sakit juga," katanya.
Walau pelaku sudah pergi, tidak ada warga yang berani masuk ke dalam rumah. Baru setelah polisi datang mereka ikut masuk dan melihat Jumingan alias Jun telah terkapar bersimbah darah. Oleh polisi, Jun dibawa ke rumah sakit. Informasi terakhir diperoleh Tribun-Medan.com, Jun meninggal dunia.
Pelaku disebut-sebut oknum perwira polisi berpangkat Kompol berinisial F dan pernah bertugas di Polrestabes Medan dengan jabatan terakhir Kasat Reskrim.
F sekarang bertugas di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto yang ditemui di TKP menyebut kasus ini telah ditangani Polda Sumut. (tio/cr9/AKB/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/penembakan2_20180405_004229.jpg)