Djarot Saiful Hidayat menanam padi bersama warga Dusun 10, Desa Serdang, Kecamatan Beringin, Deliserdang, Rabu(13/6/2018).
Laporan Wartawan Tribun-Medan, Fatah Baginda Gorby
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ternyata Cagub Sumut yang satu ini tak melupakan masa kecilnya. Betapa tidak?
Melihat hamparan sawah yang luas, Djarot Saiful Hidayat tak dapat menahan langkahnya untuk ikut menanam padi di sawah bersama warga.
Momen itu terjadi takkala suami Happy Farida itu mengunjungi Dusun 10, Desa Serdang, Kecamatan Beringin, Deliserdang, Rabu (13/6/2018).
Pria kelahiran Magelang 6 Juli 1962 itu langsung menyingsingkan lengan bajunya, menggulung celananya dan melompat ke dalam sepetak sawah yang belum selesai ditanami.
Kadangkala ia bercengkrama dan tertawa bersama warga.
Djarot juga mengungkapkan, menanam padi, mengingatkan ia dengan Kota Blitar.
"Saya seperti nostalgia. Di Blitar dulu sering ke sawah, karena di Jakarta tidak ada sawah. Yang ada hanya sawah besar," ucapnya.
Djarot mengaku, sewaktu anak-anaknya kecil, ia selalu mengajak ketiga putrinya itu liburan untuk ke sawah. Ini yang membuat keluarganya sangat familiar dengan sawah.
"Yang orang banyak lupa bahwa sawah ini juga bisa dijadikan objek wisata. Baginya membajak dan menanam padi merupakan pengalaman beda yang tidak dimiliki anak-anak di kota. Dan ini bisa mengundang wisatawan untuk datang," ucapnya.
Menurutnya, daya tarik itu bertambah bila di sekitar sawah diletak belut. Hal tersebut agar wisatawan dapat memancingnya sehingga dapat mengundang turis lokal dan mancanegara.
"Sering kali kita menganggap hal ini adalah hal yang biasa. Bagi orang lain ini hal yang luar biasa. Apalagi jika membajaknya dengan kerbau. Ini sangat menarik," ucapnya.
Menurut Djarot kawasan Batangkuis bisa dijadikan desa wisata jika dibuat dengan bagus dan menarik.
"Irigasi di sini juga sudah cukup baik. Tinggal pengelolaannya saja yang perlu dimaksimalkan," kata Djarot.
Tak lupa, Djarot menyampaikan Sumut bisa menjadi provinsi sebagai lumbung pangan. Tak hanya itu, ia juga meyakini Sumut bisa membantu pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan sehingga tidak mengimpor beras lagi.