Kedai Tok Awang
Asalkan Messi tak Galau
Kalau Messi masih saja terbawa-bawa pada persaingan pribadi dengan Ronaldo, maka celakalah Argentina.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
"Apanya yang sepakat? Apa cerita?"
"Argentina lawan Kroasia. Aku bilang, ini akan jadi pertandingan yang seru karena Kroasia pasti tidak akan bermain seperti Islandia."
"O, cocok!"
"Dan Argentina akan menang."
Zainuddin tergelak. "Kalau ini tunggu dulu, Ne," katanya setelah tawa reda. "Saya sepakat pertandingan akan seru. Saya juga sepakat Argentina berpeluang menang. Namun, peluang ini bisa terwujud bisa juga tidak. Asalkan Lionel Messi tak galau lagi, Argentina menang. Sebaliknya kalau masih galau, bisa-bisa malah mereka yang digulung Kroasia."
"Kenapa Messi sampai galau, Pak Guru?" kata Jontra Polta yang sekonyong-konyong sudah berada di kedai dan tanpa basa-basi langsung menimpali percakapan.
Jontra Polta, tiada jelas apakah ini nama asli atau sekadar alias. Barangkali memang nama asli. Barangkali dulu orang tuanya suka berdisko dan jadi fan berat John Travolta, tetapi kemudian keliru menulis ejaannya saat membuat kartu keluarga. Satu hal yang lebih jelas, orang-orang di kedai Tok Awang mengenalnya sebagai agen dunia, pebisnis apa saja, mulai dari jual beli mobil bekas, penadah ludah walet, empedu ular dan racun kalajengking, sampai makelar tanah spesialis sengketa. Sejak Piala Dunia 2018 berputar, dia membuka bursa taruhan keliling.
"Macam kids jaman now saja, ah, pakai galau-galauan segala," ujarnya pula.
"Galau-galau jambulah, Jon. Kau tahu, kan, bagaimana persaingan Messi dan Ronaldo? Satu dengan yang lain tak pernah mau kalah. Di Liga Spanyol sering mereka berbalas-balasan gol. Ronaldo bikin gol Messi juga bikin gol. Ronaldo cetak dua gol Messi cetak tiga gol. Begitu terus tak putus-putus. Persoalannya, sampai sejauh ini, Messi belum bisa bikin apa-apa di Rusia. Ronaldo sudah cetak empat gol. Kalau Messi masih saja terbawa-bawa pada persaingan pribadi begini, maka celakalah Argentina."
"Ya, ya, ya, masuk akal juga. Masuk akal," kata Jontra Polta, lantas menyeruput kopi ginsengnya yang diantar Ocik Nensi. Sebagai pelanggan tetap, Jon memang tak perlu repot-repot memesan. Ocik Nensi dan Tok Awang sudah hapal minuman pilihannya.
Lepas dari seruputan pertama, lalu kedua, dan ketiga, dan setelah menghempaskan nafasnya sembari mengangguk-anggukkan kepala, Jontra Polta bangkit dari duduknya, mendekati Ane Selwa dan menepuk punggungnya.
"Aku tahu bagaimana caranya supaya Messi enggak galau lagi, Ne. Bisikkan ke Messi, dia punya yang Ronaldo enggak punya. Brewok yang lebat itu. Selain kelihatan tampan, dia juga cocok jadi bintang iklan obat penumbuh bulu."(*)
Telah dimuat di Harian Tribun Medan
Kamis, 21 Juni 2018
Halaman 1
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/messi2_20180621_141733.jpg)