Kedai Tok Awang

Demi Cita-cita Captain Tsubasa

Jangan sepelekan Jepang. Payah carik imbang semangat orang tu. Semangat Tsubasa itu.

Demi Cita-cita Captain Tsubasa
AFP PHOTO/KIRILL KUDRYAVTSEV
PEMAIN-pemain Jepang saling memberikan semangat sebelum memulai laga kontra Senegal, 24 Juni 2018 

"Iyah, cemananya Mamak ini. Tsubasa memang pilim karton, tapi bukan karton sembarang karton. Tsubasa itu karton visioner."

KOMIK Captain Tsubasa
KOMIK Captain Tsubasa (thesefootballtimes.co)

Lalu Sudung mengoceh tentang Captain Tsubasa, karakter Manga, animasi Jepang yang pertama kali digambar Yoichi Takahashi di tahun 1981. Waktu itu, sepakbola Jepang belum seperti sekarang. Masih sebangsa semenjana yang lebih sering dipermalukan dan merana.

Padahal mereka bukan tidak punya bintang. Ada Kazuyoshi Miura dan Musashi Mizushima, dua pemain muda yang sempat disebut prodigy, anak ajaib, dan dilirik sejumlah klub di Eropa dan Amerika Selatan. Namun di Jepang, antusiasme terhadap mereka mandek. Biasa-biasa saja. Tidak meletus jadi kehebohan. Secara umum, sepakbola di Jepang bahkan kalah populer dibanding baseball.

Takahashi kemudian menggambar Tsubasa Oozora, bocah SD Nankatsu berusia 11. Sebagaimana Miura dan Mizushima, Takahsahi membayangkan Oozora sebagai prodigy yang bercita-cita bermain untuk tim nasional Jepang dan menjuarai Piala Dunia.

"Mamak tahu, sebagian kisah dalam karton ini benar-benar terjadi. Jepang benar-benar ke final Piala Dunia, walaupun cumak Piala Dunia junior. Tahun 1999, Jepang masuk final dan kalah empat kosong dari Spanyol. Junichi Inamoto dan Naohiro Takahara, dua bintang di kejuaraan itu, mengidolakan Tsubasa. Hidetoshi Nakata, Shunsuke Nakamura, Shinji Ono, sampai bintang- bintang sekarang seperti Keisuke Honda dan Shinji Kagawa, memutuskan untuk jadi pemain bola juga karena baca komik-komik Captain Tsubasa. Dari tim ecek-ecek Jepang sekarang jadi langganan Piala Dunia. Cumak juaranya aja yang belum."

PEMAIN tim nasional Jepang, Keisuke Honda
PEMAIN tim nasional Jepang, Keisuke Honda (AFP PHOTO/ANNE-CHRISTINE POUJOULAT)

"Jadi kau mau bilang kalau tahun ini Jepang berpeluang jadi juara dunia?" tanya Jek Buntal.

Sudung menggeleng-gelengkan kepalanya. "Enggak gitu. Kalok juara, ya, masih jauh lah. Belum saatnya. Masih banyak yang punya pengalaman. Aku cumak mau bilang, jangan sepelekan Jepang. Payah carik imbang semangat orang tu. Semangat Tsubasa itu."

Ocik Nensi yang duduk berbalas-balasan WhatsApp dengan kawan-kawannya di grup 'Omak- omak Owner Kede Kopi', menimpali Sudung. "Mantapnya pilimnya itu?"

"Mantap kalilah, Cik," sahut Sudung. "Kenapa, Cik?"

"Kalok mantap tolonglah kau donlotkan untuk Ocik kau ini."

Halaman
1234
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved