Kedai Tok Awang
Agar Neymar tak Ikut-ikutan Messi dan Ronaldo
Di ajang Piala Dunia, kedua negara berduel empat kali dan Brasil memenangkan tiga di antaranya.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
OCIK Nensi sedang sensi. Kekalahan Portugal yang tentunya juga bermakna terdepaknya Cristiano Ronaldo dari Piala Dunia, membuatnya tak enak hati.
"Itulah akibatnya kalok tak tetap pendirian. Udah bagus-bagus cukurannya rapi, diikut-ikutnya pulak Si Messi. Sama-sama tebuntanglah," katanya.
"Cik, cik, manalah pulak ini ada hubungannya dengan brewok. Ini soal bola, Cik," kata Sudung seraya terkekeh-kekeh.
"Eh, tak pala kali kau ketawa-ketawa di situ, Sudung. Kusuruh bayar utang kau, bangkit bengek kau nanti."
Sudung mengangkat tangan. "Ampun, Cik. Iyalah, tak becakap lagi awak."
"Tak apa lah, Cik, tak ada Ronaldo. Kan, masih ada Neymar," ujar Jek Buntal menimpali.
"Bah, si rambut mi goreng itu? Masih idup dia?"
"Masih lah, Cik. Sudah dipangkasnya pun rambutnya."
"Iyanya? Mantaplah kalok gitu."
"Jadi, Ocik sekarang mau dukung Brasil?" tanya Jontra Polta.
"Apa pulak! Sekali Ronaldo tetap Ronaldo. Sekali Portugal tetap Portugal. Yang kelen pikirnya aku perempuan tak setia?"
"Ah, cemananya Ocik ini. Tok Awang dukung Brasil. Tampak-tampaknya udah bekurang cinta Ocik ni."
"Muncungmu beselemak kali, ya, Jon. Ini soal bola, apa pulak kau bawak-bawak cinta."
"Tagih utangnya, Cik," ujar Sudung menimpali. "Jangan kasi ampun!"
"Alamak, jangan kau kompori lah, kawan. Ancur awak nanti."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/brasil5_20180702_152746.jpg)