Kedai Tok Awang
Agar Neymar tak Ikut-ikutan Messi dan Ronaldo
Di ajang Piala Dunia, kedua negara berduel empat kali dan Brasil memenangkan tiga di antaranya.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
"Lantak di kelen lah situ," kata Ocik Nensi sembari terus tersungut-sungut. "Mau Neymar, mau Brasil, lantak kelen!"
Ocik Nensi merebut remote televisi dari tangan Sudung, lalu memindahkan saluran ke stasiun yang sedang menayangkan sinetron lepas berlabel 'Kisah Nyata' berjudul "Selingkuhanku yang Tampan Hanya Jadikan Aku Mesin ATM."
Sudung pelan-pelan menjauh. Jontra Polta juga bergeser, bergabung bersama Tok Awang, Mak Idam, Pak Udo, dan Pace Pae yang sedang main leng. Ada juga Lek Tuman yang sedang membaca koran dan Sangkot yang asyik bermain Mobile Legend di telepon selularnya. Dan percakapan mengenai Brasil dan Neymar pun berlanjut.
"Messi dan Ronaldo sudah pulang. Agak-agakku, Si Neymar ini pun bisa ikut pulang juga," kata Lek Tuman.
"Bukan tak ngeri Meksiko itu," ucap Pak Udo menimpali. "Jerman aja putus dibante orang tu."
Tok Awang membanting kartu, lalu mendengus. "Iya, pulang Brasil. Nanti, tanggal 15 Juli. Setelah final," katanya.
"Ngeri Meksiko itu, Tok," kata Pak Udo mengulang kalimat sebelumnya. Dengan tekanan pada kata 'ngeri'.
"Ngeri apanya? Karena menang dari Jerman? Kalok Jerman empat tahun lalu mungkin iyalah. Masih agak paten. Jerman sekarang Mercedes pakek minyak campur. Kurasa main sama PSMS pun tak telap orang tu."
"Apalagi main lawan Persipura, ya, Tok" ujar Pace Pae menyela. "Bisa kena putar-putar sama itu Kaka Boaz."
"Jangankan PSMS dan Persipura. Sama Harimau Tapanuli juga tak telap orang tu, Pace," sahut Sudung, lantas tertawa berderai-derai.
Tok Awang tidak menanggapi celoteh ngawur Pace Pae dan Sudung. Dia yang hapal mati segala sesuatu tentang tim nasional Brasil memilih untuk memapar rivalitas tim nasional negara ini dengan Meksiko.
Bermula di tahun 1950 dan yang teranyar pada 7 Juni 2015, Brasil dan Meksiko telah bentrok 40 kali. Brasil menang 23 kali, Meksiko menang 10 kali, selebihnya imbang. Bentrok edisi pertama dan terakhir dimenangi Brasil.
Di ajang Piala Dunia, kedua negara berduel empat kali dan Brasil memenangkan tiga di antaranya. Satu laga lagi, pada 17 Juni 2014, berkesudahan imbang tanpa gol.
"Terus kelen lihatlah cemana perbandingan pemain-pemainnya. Jauh kalilah. Ibaratnya kopi, yang satu kopi biji pilihan yang gilingnya pun betul-betul pakek perasaan, yang satunya lagi kopi sasetan," kata Tok Awang.
"Ah, ngeri Meksiko itu, Tok," kata Pak Udo lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/brasil5_20180702_152746.jpg)