Breaking News:

Kedai Tok Awang

Emasnya Ternyata Cuma Imitasi

Strategi terapan Didier Deschamps sesungguhnya tiada beda dengan Pelatih Brasil, Tite.

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
AFP PHOTO/GABRIEL BOUYS
PEMAIN dan kapten tim nasional Belgia, Eden Hazard 

Bukan ancaman yang main-main, tentunya. Sebab, bukan saja akan berdampak pada gonjang- ganjing di dalam negeri. Skuat Italia di Piala Dunia juga bisa hubar-habir. Padahal, tinggal selangkah lagi mereka menuntaskan perjalanan panjang.

Sebanyak 13 dari 23 anggota skuat Italia berasal dari empat klub tersangka. Masing-masing lima dari Juventus, lima dari Milan, dua dari Lazio, dan satu Fiorentina.

"Kabar dari pengadilan datang tiga hari menjelang final. Macam manalah itu galaunya orang tu. Tapi kelen tahu, kan, cemana akhirnya. Italia tetap juara," kata Mak Idam.

"Mental yang bicara sudah itu, Mamak," ucap Zainuddin. "Punya mental juara orang tu."

Tok Awang mengetuk meja dengan buku jarinya. "Pas, Pak Guru! Itulah yang mau aku bilang tadi. Tak ada itu embel-embel generasi emas. Kalok enggak punya mental, emasnya jadi tak berharga. Emasnya cuma imitasi. Tak ada bedanya orang tu sama tim di tahun 1986. Waktu itu enggak ada dibilang-bilang orang tu generasi emas. Masuk ke final jugaknya."

TIM nasional Belgia di Piala Dunia 1986
TIM nasional Belgia di Piala Dunia 1986 (thesefootballtimes.co)

Mak Idam dan Zainuddin tertawa hampir berbarengan. Sebenarnya mereka bisa saja membantahTok Awang. Mereka sebenarnya bisa bilang betapa dalam kasus-kasus lain, istilah generasi emas tetap berujung pada kegemilangan. Brasil di tahun 1970 dan 2002 serta Perancis di tahun 1998, contohnya.

Saat ini, generasi emas yang lain, generasi emas Kroasia, sedang menjemput takdirnya. Mereka telah memastikan langkah ke final. Mereka memupus asa tinggi Inggris yang ingin membawa pulang sepakbola ke rumahnya. Mereka akan menantang Perancis pada partai puncak yang barangkali sama sekali tidak terprediksikan sebelumnya.

Namun, Mak Idam dan Zainuddin pun paham sebenarnya Tok Awang tidak sepenuhnya mendongkol pada Belgia. Namun juga mengerti, berpanjang-panjang membicarakan Brasil hanya akan membuat telinga tersayat-sayat repetan. Maka pilihan paling baik adalah bermain aman, berpura-pura tak paham.

"Cocok, Tok. Memang belum jadi mental Belgia tu. Masih belum stabil. Pas ngelawan Jepang bagus kali, tapi waktu lawan Perancis enggak," kata Zainuddin. Mak Idam mengangguk-angguk, lalu melanjutkan Zainuddin.
"Nyambung cakap Pak Guru ni, Tok. Khusus waktu lawan Perancis, agakku pelatih Belgia udah kayak orang mati akal. Ada dua kali dia rombak strategi, tetap jugak enggak jalan."

TIM nasional Belgia di Piala Dunia 2018
TIM nasional Belgia di Piala Dunia 2018 (AFP PHOTO/FRANCOIS XAVIER MARIT)

Di awal-awal laga, Pelatih Belgia Roberto Martinez sepertinya memang berupaya mengekspoitasi kelebihan Maroane Fellaini. Dalam hal ini sudah barang tentu kelebihan tinggi badannya. Tiap kali Belgia menyerang, Fellaini akan merangsek ke depan, membantu Romelu Lukaku bertarung di udara melawan dua bek tengah Perancis, Raphael Varane dan Samuel Umtiti.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved