Kedai Tok Awang

Seindah Apapun, Mimpi Mesti Berakhir

Deschamps tahu betul dia punya pemain-pemain cepat yang bisa diandalkan untuk serangan balik

Seindah Apapun, Mimpi Mesti Berakhir
AFP PHOTO/ALEXANDER NEMENOV
PARA pemain tim nasional Kroasia berjalan melalui barisan yang dibentuk pemain-pemain tim nasional Perancis, saat akan menerima medali sebagai peringkat kedua Piala Dunia 2018, usai laga final di Luzhniki Stadium, Moskow, Rusia, Minggu (15/7). Perancis mengalahkan Kroasia 4-2. 

Usai menonton siaran langsung final Piala Dunia, satu per satu pengunjung meninggalkan kedai Tok Awang. Tinggi beberapa orang saja tersisa.

"Maksud Wak Razoki dia enggak layak disalahkan?" tanya Zainuddin.

"Pastilah, Pak Guru. Bagaimanapun dia tetap pahlawan dan harus diberi penghargaan."

"Jadi kayak Si Zohri jugak lah nanti, ya, Wak," ujar Sudung menimpali.

"Zohri siapa?"

"Ah, yang tak gaul kali lah Wak Razoki ni. Makanya, Wak, sesekali tengok-tengoklah ke pesbuk. Si Zohri, orang Lombok. Itu, lho, pelari Indonesia yang menang lomba seratus meter junior tingkat dunia."

"Oh, iya, iya, yang diributkan soal bendera dan rumahnya yang reyot itu? Kenapa pulak kau banding-bandingkan dia dengan Si Perisic dan Kroasia? Yang kau pikirnya orang-orang Kroasia yang udah capek perang itu sama kayak alay-alay pesbuker yang kebanyakan nyedot micin."

Untunglah percakapan soal Zohri dan alay-alay penyedot micin tidak berlanjut. Percakapan kembali ke soal mimpi dan harapan. Menurut Wak Razoki, Kroasia boleh bermimpi dan berharap, tetapi mimpi, juga harapan, sesedap dan seindah apapun itu, memang mesti berakhir. Kroasia terjaga dan mendapati kenyataan bahwa tropi Piala Dunia menjadi milik Perancis.

PARA pemain tim nasional Perancis melakukan selebrasi kemenangan di podium juara setelah menang 4-2 atas Kroasia, pada laga final Piala Dunia 2018 di Luzhniki Stadium, Moskow, Rusia, Minggu (15/7).
PARA pemain tim nasional Perancis melakukan selebrasi kemenangan di podium juara setelah menang 4-2 atas Kroasia, pada laga final Piala Dunia 2018 di Luzhniki Stadium, Moskow, Rusia, Minggu (15/7). (AFP PHOTO/FRANCK FIFE)

"Sekaligus ini jadi bukti pula, sepakbola memang bekawan dengan nasib, bekawan dengan keberuntungan, dan yang bernasib baik, yang beruntung, tidak selalu tim yang mainnya lebih mantap," kata Zainuddin.

"Jadi ini ceritanya Pak Guru lagi-lagi mo bilang Perancis menang karena beruntung, seperti dua puluh tahun lalu?" tanya Jek Buntal sembari mencomot godok-godok yang sudah agak keras. "Di mana letak nasibnya, Pak Guru? Di mana letak beruntungnya? Skornya 4-2, Pak Guru!"

Halaman
123
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved