Ketua DPRD Siantar Mendadak Sakit, Pansus Antarkan Hasil Angket Wali Kota Siantar ke Rumah Sakit
Pansus Angket pun pergi mengantarkan hasil tersebut ke rumah sakit dengan dikawal mobil patwal dari kepolisian.
Penulis: Tommy Simatupang |
Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Panitia Khusus (Pansus) Angket DPRD Siantar telah selesai menyimpulkan hasil dugaan penistaan Suku Simalungun yang dilakukan Wali Kota Siantar, Hefriansyah Nor.
Hasil tersebut pun harus disampaikan ke ketua DPRD Siantar, Marulitua Hutapea.
Namun, Maruli dikabarkan mendadak sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Vita Insani Kota Siantar.
Baca: Bakar Ban, Massa Presidium Sapangambei Manoktok Hitei Sebut Ketua DPRD Siantar Penipu!
Baca: Duduki Ruang Rapat DPRD, Massa Bertahan Tunggu Hasil Angket Wali Kota Siantar hingga Malam
Pansus Angket pun pergi mengantarkan hasil tersebut ke rumah sakit dengan dikawal mobil patwal dari kepolisian, Rabu (25/7/2018) sekitar pukul 23.00WIB.
Padahal sebelumnya, siang hari Maruli sempat menemui massa pendemo di ruang rapat Pansus Angket.
Bahkan, Maruli tampak segar dengan melontarkan candaan. Ia juga tampak mengajak massa pendemo untuk santai dan sesekali mengajak untuk bertepuk tangan.
Amatan tribun-medan.com di RS Vita Insani, Maruli tampak tidak menggunakan selang infus. Anggota dewan dari Fraksi Demokrat ini pun tampak segar saat ditemui anggota Pansus.
Seperti diketahui, ini yang kedua kalinya Maruli Hutapea masuk rumah sakit setelah menemui pendemo.
Sebelumnya, saat menemui pendemo pedagang Pasar Horas, Maruli tampak ngelantur menjawab tuntutan pedagang.
Menjawab hal ini, Ketua Pansus Angket, Oberlin Malau menampik kalau Maruli sedang dalam keadaan mabuk saat itu. Ia mengatakan Maruli memang dalam keadaan tidak sehat.
Jawaban pembelaan datang dari Asrida Sitohang yang juga satu partai dengan Maruli.
Asrida mengatakan siapa saja bisa sakit mendadak. Bahkan, bisa saja mati mendadak.
"Jangankan sakit, mati saja, mati, bisa mendadak," kata Asrida.
"Terpenting kita sudah menyelesaikan tugas kita menyimpulkan hasil pansus tidak lewat pukul 24.00WIB,"tambahnya.
Baca: Residivis Begal Sadis Ditembak Polisi, saat Dikepung sedang Tidur Bersama Istri dan Anak
Baca: Persib Bandung Dijamu Persebaya Surabaya Petang Ini, Tonton via Live Streamingnya
Baca: Suryo Prabowo Bereaksi Menyasar Teriakan Nama Ahok di Lapangan Benteng, Ada yang Kelojotan
Baca: Atasi Sakit Gigi dengan 6 Bahan Alami yang Mudah Ditemukan di Rumah
Baca: Tas Dijambret, Rambut Apoteker Perempuan Ini Tersangkut di Rantai Motor Pelaku
Baca: Lihat Kamar Penjara Setya Novanto dan Koruptor Lainnya di Lapas saat Disambangi Najwa Shihab
Seperti diketahui, massa pendemo dari Presedium Sapangambei Manoktok Hitei menggruduk masuk ke gedung DPRD. Aksi yang berlangsung mulai pagi pukul 10.00WIB hingga 19.00WIB berlangsung ricuh.
Kericuhan ini lantaran Pansus belum menyelesaikan kesimpulan di batas deadline perjanjian kerja. Pendemo menuntut Efriansyah mundur dari jabatannya sebagai Wali Kota Siantar.
(tmy/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ketua-dprd-siantar-maruli-hutapea_20180726_105449.jpg)