Viral Medsos
Dua Polisi Polsek Percut Sei Tuan Ancam Hancurkan Warga yang Rekam Aksi Pungli Mereka
Roida Tampubolon pun menceritakan setelah video tersebut diuploadnya, dia didatangi ke dua polisi ke rumahnya, Jumat (14/9/2018).
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
TRIBUN-MEDAN.com-Video dua orang personil polisi diduga melakukan pungutan liar kepada masyarakat saat mengadu ke kantor polisi beredar di media sosial.
Video ini pertama kali diunggah oleh akun Facebook Roida Tampubolon pada Selasa lalu (11/9/2018). Dalam unggahanya dia menuliskan "Polisi minta2 duit y klo lapor".
Dalam video, tampak kedua polisi ini mengenakan seragam polisi dan dipundaknya tersemat pangkat Aiptu dan Brigadir sedang meminta uang kepada seorang ibu yang membawa anaknya.
Bahasa yang dipergunakan dalam video tersebut adalah bahasa Batak Toba yang dicampur dengan bahasa Indonesia.
Perbincangan dimulai oleh sang polisi berpangkat Aiptu, dia meminta warga yang baru saja mengadu supaya memberikan duit.
Video Aksi Sri Kandi (Polwan) saat Razia Kafe Remang-remang, Semua Pelayannya Wanita ABG
Baru Diperbaiki Jalan Desa Tanah Pinem Kupak Kapik, Warga Lapor ke Tipikor Polres Dairi
"Sadia leanon (berapa saya kasih)," ujar si Ibu. Polisi pun menjawab,"Lomom ma (terserah kamu)".
Si Ibu pun kembali bertanya. "Sadia lomo ku (berapanya saya kasih)?".
Sang polisi pun kembali menyampaikan bahwa terserah sang warga.
"Lomom ma, anggo au dang pola, tu ibana ma (terserah kamu. Ini bukan untuk ku, ini untuk temanku)," ujarnya seraya menunjuk rekannya yang berpangkat Brigadir.
Kemudian sang warga pun bertanya kenapa polisi yang berpangkat Aiptu tidak mendapat uang tersebut.
Polisi berpangkat Aiptu pun menjawab bahwa yang mengerjakan laporannya adalah rekannya tersebut. "Ai imana do makkarejoi on (dia yang mengerjakan laporan ini)," ujar polisi berpangkat Aiptu.
Sepekan Dilantik Jadi Gubernur Inilah Perbedaan Ridwan Kamil dan Edy Rahmayadi
Gogon Curhat pada Kapolda Soal Pengusutan Kasus Pembunuhan Satu Keluarga Mandek 5 Tahun
Mendengar perkataan polisi, sang Ibu pun meminta anaknya mengambilkan tas nya. Terjadi perbincangan singkat tentang tas sang warga dan polisi. Polisi mengira sang ibu meletakkan tas nya di luar.
Namun kembali lagi sang ibu menanyakan berapa duit yang harus diberikan kepada sang polisi, dan polisi kembali menyampaikan terserah si warga.
Tak lama sang ibu merogoh tasnya. Kemudian dia pun mengeluarkan dua lembar pecahan uang Rp 10 ribu dan meletakkan duit tersebut di meja sang polisi.
Melihat uang tersebut, polisi berpangkat AIPTU pun menayakan berapa yang diberikan ibu tersebut. "Sadia do dilean ko (berapa yang kamu kasih)," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/polisi-punli_20180913_204643.jpg)