Advertorial
60 Tahun Perguruan Katolik Yayasan Seri Amal Mengabdi untuk Negeri
Selama 60 tahun atau 6 dasawarsa mengabdi untuk negeri. Inilah kali pertama, Perguruan Katolik Yayasan Seri Amal
Laksanakan Aneka Pertandingan
Rangkaian memperingati Ulang Tahun Ke-60 Yayasan Seri Amal Medan diisi antara lain perlombaan dan pertandingan. Saat itu, ditandai dengan penyerahan bola kepada Koordinator Seni Pertandingan Drs Marugan Sim bolon sebagai lambang resmi dimulainya rangkaian kegiatan perayaan ulang tahun yayasan.
Kegiatan lomba melibatkan siswa dan siswi di seluruh sekolah yang bernaung di bawah YSA dari TK hingga SMA. Perlombaan tersebut akan diadakan dalam bidang olahraga berupa senam, bola voli, futsal, bulu tangkis, lomba lari, lompat jauh, dan basket.
"Dalam perlombaan seni ada lomba menari tradisional dan modren, ansambel, dan lomba vokal. Selain itu, akan diadakan pula olimpiade dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Untuk SMA akan dilaksanakan dengan mata pelajaran Alam dan Sosial," tutur Marugan Simbolon.
Menurut Marugan akan diadakan juga perlombaan dalam bidang bahasa berupa bercerita dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris, pidato, dan lomba karya ilmiah. Kegitan lomba bahasa ini akan melibatkan seluruh tingkat pendidikan dari TK hingga SMA.
Uniknya, tidak murid murid saja yang bertanding. Guru guru di sekolah ini pun dilibatkan dalam perlombaan. Yaitu pembuatan buku digital kebutuhan pembelajaran satu semester oleh guru guru SD, SMP, dan SMA.
Selain itu, ada pula lomba eco camp. Seperti recycle (daur ulang) sampah dan drama lingkungan hidup. Lingkungan menjadi satu fokus yayasan sejak dulu. Sesuai dengan salah satu nilai-nilai YSA yakni prolife.
"Di seluruh sekolah kita membuda yakan anak anak untuk selalu membawa wadah makanan dan minuman dari rumah. Di sekolah disediakan galon air dan jika jajan di kantin harus membawa wadah sendiri," ungkap Ketua Yayasan Seri Amal Medan, Sr Gerarda Sinaga KSSY (Kongregasi Suster Santo Yosef).
Bahkan, di kompleks sekolah Santo Ignasius akan sangat susah menemukan tempat sampah. Karena penggunaan sampah yang sangat diminimalisir.
"Bumi pasti akan hancur suatu saat. Tapi bagaimana agar kita bisa memperlambatnya, agar kita juga bisa hidup nyaman di dalamnya, itu lah yang kita harapkan," ungkap, Suster Gerarda.
Atas dasar ini pula, maka dalam rangkaian ulang tahun ini juga akan diadakan orasi lingkungan pada 23 September nanti di Lapangan Benteng. Dalam orasi tersebut juga akan ada acara mengutip sampah bersama murid-murid.
Wujud Spiritualitas Suster KSSY
Yayasan Seri Amal Medan awalnya terbentuk dari Kongregasi Suster Suster Santo Yosef (KSSY). Dalam Konstitusi KSSY pasal 5 tentang pelayanan pendidikan formal, diharapkan perlu memberi perhatian terhadap pendidikan dan pengajaran kepada kaum muda.
Implementasi Konstitusi tersebut, KSSY mulai mengelola sekolah yang ditujukan untuk anak anak keturunan India pada 1953, yakni TK Fajar dan Sekolah Kejuruan bagi Anak anak Putri (SKP) yang berganti nama menjadi SMP Putri Cahaya.
Sejak saat itu, KSSY meneruskan karya pelayanan hingga ke Parsoburan, Kabupaten Toba Samosir, dengan mendirikan SMP Kusuma Bangsa yang saat ini menjadi SD Santo Pius. Kemudian sekolah kostum bagi gadis-gadis yang dinamakan SKP Kartini, sekarang bergantu nama menjadi SMP Kartini.
Untuk menangani sekolah sekolah tersebut, dibentuklah sebuah yayasan yang diberi nama Yayasan Seri Amal. Yayasan ini kemudian dinotariskan pada 7 Oktober 1958 denga motto 'Quaerite Veritatem', artinya Carilah Kebenaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/yayasan-seri-amal-medan-menggelar-acara-pembukaan-di-kompleks-st-ignasius-jalan-karya-wisata_20180917_180140.jpg)