Advertorial

60 Tahun Perguruan Katolik Yayasan Seri Amal Mengabdi untuk Negeri

Selama 60 tahun atau 6 dasawarsa mengabdi untuk negeri. Inilah kali pertama, Perguruan Katolik Yayasan Seri Amal

Tribun Medan/HO
MERAYAKAN ULANG TAHUN KE-60, Yayasan Seri Amal Medan menggelar acara pembukaan di Kompleks St Ignasius Jalan Karya Wisata, Medan Johor, Selasa (11/9). 

Selama 6 tahun terakhir, Sr Gerarda mengabdikan diri menjadi Ketua Yayasan Seri Amal Medan. Ia mengajak guru-guru di yayasan tersebut untuk terus belajar dan mengupgrade diri.

"Anak anak sekarang itu pintar sekali. Gadget sangat mempengaruhi mereka untuk cepat mendapat informasi. Jadi sebagai guru juga harus belajar internet.

Biar bisa lebih cepat berbagi informasi ke anak didik," katanya.

Tahun lalu, Sr Gerarda baru meraih gelar magisternya di Jurusan Manajemen Universitas Nomensen Medan. Hingga saat ini, Sr Gerarda tetap memegang prinsip hidup yang sama sedari dulu.

"Hidup harus maksimal. Dalam melakukan apa pun, baik tugas,beriman, pola hidup, tidak boleh tanggung-tanggung. Selain itu, selama hidup yang singkat ini, saya rasa kita semua harus bisa memberikan dampak yang baik untuk orang lain," ujar Suster Gerarda.

Kelola Sekolah Sampai ke Kalimantan Perguruan Katolik Yayasan Seri Amal Medan Alamat: Jalan Hayam Wuruk 11, Kota Medan, Sumatera Utara Telepon: (061) 453329 Mengelola sekolah-sekolah sebagai berikut:

Medan Jalan Hayam Wuruk

1. TK Fajar

2. SD Santo Antonius 1

3. SD Santo Antonius 2

4. SMP Putri Cahaya

5. SMA Cahaya

Jalan Karya Wisata Medan Johor Sidikalang

1. TK Santo Ignasius

2. SD Santo Ignasius

3. SMP Santo Ignasius

4. SMA Santo Ignasius

Sidikalang

1. TK Santa Maria

2. SD Santo Yosep

3. SMP Santo Paulus

4. SMA Santo Petrus

Parsoburan

1. SD Santo Pius

2. SMP Kartini

Besitang

1. PAUD Santo Yosep

2. SD Santo Yosep 

Palangkaraya

PAUD Santo Yosep

TESTIMONI

Asisi Simatupang (Siswi Kelas 10 SMA Santo Ignasius Medan)

Kebiasaan untuk membawa kotak makan sendiri membuat kami terbiasa untuk meminimalisir sampah. Semoga semakin ke depan kami semakin menjadi anak anak yang bisa menghemat sampah plastik. 

Asisi Simatupang
Asisi Simatupang 

Masria Silalahi (Siswi Kelas 11 SMA Santo Ignasius Medan)

Kami diajarkan untuk buang sampah dan mengolah sampah. Apalagi memang sekolah kami berbasis entrepreuner. Jadi kami diajarkan untuk bikin project daur ulang sampah. Hasilnya bisa kami jual dan menghasilkan uang.

Masria Silalahi
Masria Silalahi 

Sonny Maria Simanjuntak (Orang Tua Siswa TK Santo Ingnasius)

Anak saya yang sekolah di sini diharuskan membawa kotak makanan dan minuman. Lalu anak saya juga diajarkan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Kebiasaan itu tumbuh pada dirinya. Jadi kalau di rumah pun dia tahu buang sampah pada tempatnya. Dan jika dia melihat ada orang lain buang sampah sembarangan, dia langsung protes.

Sonny Maria Simanjuntak
Sonny Maria Simanjuntak 

Ika Violetta (Guru SMA Cahaya Medan)

Selamat ulang tahun untuk Yayasan Seri Amal Medan. Selama mengajar di sini saya belajar kepedulian pada lingkungan. Tidak boleh buang sampah sembarangan dan jika ada sampah harus diambil meskipun itu bukan miliki kita. Inilah yang harus kami contohkan kepada anak anak.

Ika Violetta
Ika Violetta 

Olga Melisenta (Siswi kelas 12 SMA Cahaya Medan)

Di sekolah kami diajarkan disiplin. Kami juga diajarkan kepedulian pada lingkungan dan tidak boleh apatis. Harus selalu senyum, sapa, dan salam pada guru guru dan suster suster. Senanglah selama sekolah di sini.

Olga Melisenta
Olga Melisenta 
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved