Atraksi Mendebarkan Dua Bidadari Cantik Dikawal Dua Pangeran di Tong Setan
Atraksi para joki sepeda motor di dalam Tong Stand atau yang sering disebut Tong Setan
Penulis: AbdiTumanggor | Editor: AbdiTumanggor
Terkait pendapatan, selain gaji, mereka mendapatkan tip atau saweran dari penonton yang dibagi masing-masing.
Joki perempuan digaji per pekan, sedangkan joki laki-laki digaji per bulan. Gaji perbulan rata-rata 5 hingga 6 juta.
Setiap pekan, mereka pindah-pindah pasar malam dari satu daerah ke daerah lain.
Video atraksinya silakan disaksikan video berikut:
Mengutip laman scienceabc.com bahwa ketika atraksi Tong Setan sedang terjadi, maka sebetulnya di sana sedang ada empat gaya yang sedang bekerja.
Pertama, gaya gravitasi yang arahnya ke bawah; kedua gaya gesek lintasan yang mengarah ke atas; tiga, gaya normal yang arahnya tegak lurus lintasan, dan terakhir gaya sentripetal.
Agar motor dapat bergerak melingkar pada lintasan dinding tegak tanpa terjatuh, maka yang dibutuhkan adalah gaya normal.
Penjelasan mudahnya, gaya gesek (dari ban motor) dan gravitasi bertindak dalam arah yang berlawanan.
Kedua gaya ini menyeimbangkan satu sama lain. Namun begitu, untuk menciptakan gaya gesek yang sesuai, maka kecepatan motor harus cukup tinggi.
Ketika gaya gesek terlampau rendah atau dengan kata lain motor tidak digeber dengan kecepatan yang cukup, maka sepeda motor akan tertarik ke bawah kerena gaya gravitasi.
Namun begitu, kecepatan ini juga harus ada batasnya.
Video atraksinya silakan disaksikan video berikut:
Pasalnya, pengendara motor bukan robot. Dia punya keterbatasan.
Ketika motor terlalu kencang, maka tentu akan lebih sulit untuk mengendarainya. Maka kontrol diri sangat perlu.
Titik berat juga jadi faktor penting. Maksudnya, motor dan pengendara motornya itu sendiri bukan sebuah titik masa.
Gaya gesek bekerja di roda, sementara gaya berat bekerja pada titik berat motor dan pengendaranya itu sendiri.
Keduanya tidak terletak pada satu titik, dan akan menyebabkan efek rotasi yang bisa membuat motor jatuh jika tidak ada faktor yang menyeimbangkannya.
Nah, faktor penyeimbang ini diperoleh dengan membuat motor agak miring terhadap lintasan vertikal.
Dengan sedikit miring, maka akan muncul gaya normal.
Makanya itu, kalau kita perhatikan, pengendara tidak pernah benar-benar tegak lurus saat melintas, melainkan agak miring ke arah atas.
Tentu dalam Tong Setan, semua ini kuncinya memang kebiasaan dan latihan.
Video atraksinya silakan disaksikan:
//
(Tribun-Medan.com/Atum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/joki-perempuan-di-tong-setan.jpg)