Penyelam Temukan Karung-karung Bangkai Ikan di Dasar Danau Toba, PT Aquafarm Belum Menjawab!

Di dasar Danau vulkanik tersebut, Holmes menemukan karung-karung berisi bangkai ikan saat menyelam. Sementara, sebagian ikan mengapung.

Penulis: Arjuna Bakkara |
TRIBUN MEDAN/HO
Penyelam, Holmes Hutapea menunjukkan bangkai ikan yang didapatkannya di dasar Danau Toba sekitar area PT Aquafarm Nusantara. 

TRIBUN-MEDAN.COM, TOBASA - Kejadian serupa terulang diduga dilakukan PT Aquafarm Nusantara, yakni membuang limbah ke dasar Danau Toba di Desa Sirukkungon, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir.

Arimo Manurung, warga Sirukkungon bersama Holmes Hutapea mantan penyelam dari PT Aquafarm kembali menemukan bangkai ikan di Dasar Danau Toba.

"Iya, benar itu kejadian Minggu, 20 Januari 2019 lalu," ujar Arimo kepada Tribun, Selasa (22/1/2019).

Menurut Arimo, kejadian tersebut sudah pernah dilakukan PT Aquafarm Nusantara beberapa waktu lalu.

Namun kini terulang kembali.

Disebutnya, di dasar danau vulkanik tersebut, Holmes menemukan karung-karung berisi bangkai ikan saat menyelam. Sementara, sebagian ikan mengapung.

"Satu karung mengapung ke permukaan air Danau Toba, lalu di dasarnya ada 10 karung yang ditenggelamkan ke dasar danau,"sebutnya.

Menurutnya, ikan tersebut baru berusia dua bulan setelah dimasukkan ke dalam Kerambah Jaring Apung (KJA). 1 Kg bangkai, berukuran sekitar 7 ekor ikan.

Ikan-ikan itu, kata Arimo mati di dalam KJA.

Lalu dikumpulkan setiap pagi dan sore hari, dimasukkan ke dalam karung.

Selanjutnya, ditenggelamkan dengan bantuan batu sebagai pemberatnya yang turut dimasukkan ke dalam karung.

Arimo, selaku warga menyebut belakangan ini aktivitas tersebut selalu dilakukan PT Aquafarm Nusantara.

Lokasi penenggelaman ikan ke dasar Danau dilakukan audah sejak lama.

Menurut Arimau, bangkai-bangkai tersebut diduga kuat berasal dari PT Aqua Farm Nuasantara di Desa Sirukkungon.

Katanya, manajemen perusahaan secara diam-diam mengumpulkan ikan-ikan yang sudah mati.

Kejadian itu persis seperti kunjungan Tribun bersama Arimo Manurung pada Mei, 2018 lalu di Sirukkungon.

Baca: INVESTIGASI, Bangkai Ikan Ditenggelamkan ke Dasar Danau Toba pada Kurun Waktu Cukup Lama

Baca: NEWSVIDEO: Busuk dan Berulat, Diduga Bangkai Ikan Perusahaan Raksasa Mengambang di Danau Toba

Warga mengangkat karung berisi bangkai ikan dari dasar Danau Toba. Limbah atau bangkai Ikan tersebut diduga milik PT Aqua Farm
Warga mengangkat karung berisi bangkai ikan dari dasar Danau Toba. Limbah atau bangkai Ikan tersebut diduga milik PT Aqua Farm (Tribun Medan/Arjuna Bakkara)

Saat itu, menaiki kapal kayu, Arimau Manurung bersama warga lain menunjukkan beberapa titik pembuangan limbah yang diduga milik PT Aqua Farm Nusantara kepada Tribun Medan di Desa Sirungkungon, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Tobasa, Jumat (4/5/2018) sore hari.

Arimau merupakan satu dari sekian warga Sirungkungon yang menolak keras pencemaran Danau Toba di desanya.

Pantauan Tribun tahun lalu, saat Arimau mengambil beberapa karung dari dasar Danau bau busuk semakin menyengat di Permukaan. Ketika dibuka, karung-karung tersebut berisi bangkai ikan.

Setelah mengarungi Danau di sekitar Sirukkungon bersama Arimau, Tribun menemukan sejumlah karung warna putih bertuliskan Japfa di bibir pantai.

Karung-karung tersebut menciderai keindahan bibir pantai Danau Toba.

Saat Arimau mengambil beberapa karung dari dasar Danau bau busuk semakin menyengat di Permukaan. Ketika dibuka, karung-karung tersebut berisi bangkai ikan.

Sebagian ikan sudah tinggal kerangka dan sebagian meleleh, berminyak hingga membuat danau keruh.

Suasana di usaha Keramba Jaring Apung  PT Aquafarm berlokasi di perairan Danau Toba, Desa Pangambatan, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Minggu (26/2/2017). (Tribun-Medan.com/ Dedy Kurniawan)
Suasana di usaha Keramba Jaring Apung PT Aquafarm berlokasi di perairan Danau Toba, Desa Pangambatan, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Minggu (26/2/2017). (Tribun-Medan.com/ Dedy Kurniawan) (Tribun-Medan.com/ Dedy Kurniawan)

Agar gampang teggelam, batu turut dimasukkan ke dalam karung sehingga karung-karung berisi bangkai itu tenggelam dengan cepat ke dasar danau.

Diperkirakan, limbah atau bangkai ikan-ikan yang di dalam karung itu sudah lebih dari seminggu. Yang lainnya sudah lebih dan tinggal tulang belulang.

"Ini ada yang baru seminggu. Ada juga yang lebih. Kalau seperti yang satu ini sudah lebih seminggu,"ujar Manurung warga lainnya sambil menujukkan karung berlumut berisi tulang-belulang ikan.

Sementara itu, Jhonson Hutajulu Humas PT Aqua Farm Nusantara mengaku tidak tahu terkait berseraknya limbah berasal dari perusahaan mereka.

Dia mengalihkan ke atasannya, Afrizal Humas PT Aquafarm Proyek Toba.

"Saya belum tahu itu, karena saya baru pulang dari Medan. Langsung ke Atasan saya saja ya",ujarnya.

Humas PT Aqua Farm Nusantara Afrijal belum bisa dikonfirmasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban resmi dari manajemen PT Aquafarm.

(Jun-tribunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved