Jenderal Gadungan Johanes Berani Bertandang ke Markas Brimob untuk Supervisi, Akhirnya Diciduk!

Jenderal Gadungan Johanes Berani Bertandang ke Markas Brimob untuk Supervisi, Akhirnya Diciduk!

Editor: Tariden Turnip
humas polres bantul/tribratanewsbantul.com
Jenderal Gadungan Johanes Berani Bertandang ke Markas Brimob untuk Supervisi, Akhirnya Diciduk! Paparan kasus irjen gadungan di Polres Bantul, Selasa (12/2/2019) 

Namun Rudy belum bisa menjelaskan lebih jauh terkait motif tersangka membawa senpi dan mengunjungi kantor polisi.

Ia menduga tersangka hanya mencari perhatian dan ingin dianggap gagah dengan membawa senpi.

Lebih jauh Rudy mengatakan hasil pemeriksaan sementara senpi yang dimiliki tersangka diperoleh dengan cara membeli dari teman seharga Rp60 juta berikut pelurunya.

Pihaknya masih mendalami siapa pemilik asli senpi tersebut berikut motif tersangka dengan membawa sejumlah dokumen palsu.

Kepala Bagian Operasional Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul, Iptu Muji Suharjo menambahkan senpi Glock berikut peluru isi yang dibawa tersangka merupakan senpi asli dan aktif.

Jika ditembakkan bisa mematikan.

"Itu sangat berbahaya," kata dia.

Senpi Glock 19 yang disita tersebut berkaliber 9x19 mm, panjang 174 mm dan berat kosong 595 gram.

Senpi buatan Austria tersebut merupakan pengembangan dari senpi 17 yang banyak digunakan oleh aparat kepolisian.

BRIGJEN POL GADUNGAN ANCAM PENYIDIK POLRES  

Sebelumnya Asep Sutarja (49), yang mengaku Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi, mengancam penyidik Polres Metro Jakarta Selatan membantu orang lain yang menjadi korban tindak pidana memaksa masuk rumah tanpa hak atau Pasal 167 KUHP.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan, orang yang dibantu Asep itu adalah kerabat istri Asep sendiri.

"Niatnya ingin membantu, asalkan yang bersangkutan (orang yang dibantu) bisa paham, mengerti, ada bargaining, bahwa dia mampu membantu asal dengan bayaran," ujar Indra saat merilis kasus tersebut di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (23/4/2018).

Menurut Indra, Asep sudah menerima uang Rp 15 juta dari orang yang dibantunya.

Polisi saat ini masih menelusuri bukti transfer pembayaran tersebut.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved