Pengakuan Keluarga Korban yang Tewas Setelah Dihajar Satpam Unimed, Datang ke Unimed Untuk Berenang

Ayah Stefen, Poltak Sihombing (62), meneteskan air mata dan tubuhnya bergetar mengingat peristiwa yang merenggut nyawa anaknya tersebut.

Tribun Medan
Ayah Stefan Sihombing, Poltak Sihombing saat ditemui di rumah duka, Kamis (21/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Video Pengeroyokan terhadap dua pria hingga tewas yaitu Joni Pernando Silalahi (30) dan Stefan Sihombing (21) viral di media sosial.

Pengeroyokan ini terjadi di Kampus Unimed, Jalan Selamat Ketaren/Pasar V Timur Desa Medan Estate, Selasa (19/2/2019) sore

Dalam video terekam pelaku pengeroyokan ramai, beberapa satpam kampus Unimed pun tampak terekam turut menghajar keduanya. Keduanya sekarat karena mendapat pemukulan.

Ada tiga video. Pada video yang berdurasi 6 detik, terlihat sejumlah security berpakaian dinas menangkap seorang pelaku dan kemudian memukul wajah dan menendang tubuh keduanya.

Pada video kedua dan ketiga yang berdurasi 27 serta 29 detik, terlihat kedua pelaku dalam posisi tubuh tengkurap dan tangan terikat ke belakang serta tak berdaya lagi.

Massa sesekali menendang pelaku. Terlihat seorang wanita berupaya melarang, namun massa tetap menghakimi pelaku yang juga menjadi tontonan.

Baca: Ini Wajah Satpam Unimed Tersangka Pengeroyokan Joni Fernando Silalahi dan Stefan Samuel Sihombing

Baca: Friska Silaban Istri Pria yang Tewas Dihajar Satpam Unimed Buka-bukaan, Temukan Suaminya Sekarat

Baca: Joni dan Stefan Dianiaya hingga Tewas di Unimed, ternyata Tauke Bawang dan Anak Pensiunan Polisi

Baca: GEMPAR, Terdakwa Pasutri: Banyak Oknum Polisi Nyabu di Rumah, Hasil Tangkapan Minta Dijual Lagi

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Kakak sepupu korban yang menshare peristiwa itu, berinisial FS menceritakan bahwa bagi siapapun yang mengenal orang-orang yang melakukan tindak penganiayaan dalam video, tolong segera mengabari dirinya.

"Sepupu saya Stefanus Sihombing bersama temannya Silalahi dituduh maling sepeda motor. Padahal sepeda motor itu milik sendiri. Karena tidak membawa STNK," tulis FS di akun sosmed Instagram miliknya, Rabu (20/2/2019).

"Kejadian terjadi sekitar pukul 18.00 WIB di salah satu universitas di Medan. Mereka dianiaya hingga meninggal dan sekarang sedang menjalani otopsi. Kami telah membuat laporanke Polsek Percut Sei Tuan," sambungnya.

Baca: 4 Pelaku Pengeroyokan Joni dan Stefan hingga Tewas di Kampus Unimed Dikabarkan Ditangkap Polisi

Baca: KISAH NYATA - Kakek 62 Tahun Nikahi Gadis 19 Tahun, Pacaran 1 Tahun dari Medsos, Berikut Ceritanya!

Baca: BERIKUT Dampaknya Pipis (Buang Air Kecil) Sebelum dan Sesudah Melakukan Hubungan Intim

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved