Pengakuan Keluarga Korban yang Tewas Setelah Dihajar Satpam Unimed, Datang ke Unimed Untuk Berenang

Ayah Stefen, Poltak Sihombing (62), meneteskan air mata dan tubuhnya bergetar mengingat peristiwa yang merenggut nyawa anaknya tersebut.

Tribun Medan
Ayah Stefan Sihombing, Poltak Sihombing saat ditemui di rumah duka, Kamis (21/2/2019). 

"Jadi info yang kami terima, saat itu istri Joni Fernando menelpon istrinya yang tengah hamil besar untuk mengantarkan STNK beserta BPKB," ujarnya.

Baca: Nasib Guru Dipermalukan di Kelas, Diajak Berkelahi Siswa, Dianiaya dan Dibacok hingga Ada yang Tewas

Baca: Xiaomi Terbaru 2019, Xiaomi Mi 9 48 Megapiksel, Berikut Harga dan Spesifikasi Lengkap, Keunggulannya

Saat menunggu STNK diantarkan istri Joni Fernando, keduanya pun diteriaki sebagai maling helm, dan langsung digebuki Satpam dan juga mahasiswa yang ada di kampus.

"Sementara saat kejadian mereka tidak membawa helm tiba-tiba ada helm. Ini kan pengalihan atau mengkambing hitamkan anak saya," jelas Poltak.

Usai kejadian, sambung mantan polisi yang terakhir menyandang pangkat Aiptu, mereka sudah membuat laporan ke Polsek Percutseituan, Rabu (20/2/2019) sekitar pukul 02.00 WIB.

Namun saat membuat laporan mereka seperti tidak dianggap polisi.

"Masa kami disuruh buat laporan besok. Kan tidak benar sementara anak saya sudah tiada. Setelah sempat ribut akhirnya selesailah buat laporan malam itu juga," ujarnya.

Karena merasa seperti dipersulit, pria ini mengutarakan bahwa kinerja polisi sekarang jelek jika dibandingkan saat di masih bertugas dulu.

"Aku pensiunan polisi, saya bertugas 2015 terakhir bertugas. Saya juga sempat jadi guru di SPN Sampali. Saya terakhir pangkat Aiptu. Saya juga dulu bertugas di Polres Labuhanbatu," ujarnya.

"Jika ada kasus pembunuhan cepat kami tangani. Janganlah seperti ini," sambungnya. 

Penjelasan Pihak Kampus Unimed

Universitas Negeri Medan
Universitas Negeri Medan (Istimewa)

Humas Unimed M Surip membenarkan bahwa ada dua orang pria tewas dikeroyok di Kampus Unimed, kedua pria tersebut menurut Surip adalah maling.

"Mereka satu harian sudah diintai oleh petugas keamanan dan beberapa mahasiswa. Memang mereka tertangkap tangan mengambil helm dan sepeda motor," kata Surip.

"Jadi di pintu keluar, mereka ditangkap oleh petugas keamanan. Diteriaki maling dan langsung banyak mahasiswa berdatangan," sambungnya.

Surip menjelaskan bahwa selama ini di dalam kampus memang sudah sering terjadi kehilangan sepeda motor baik milik pegawai maupun mahasiswa. Saat terjadi kehilangan, satpam kampuslah yang kerap disalahkan.

Baca: RATNA SARUMPAET TERKINI - Ratna Sarumpaet Segera Disidang, Perkara Dakwaan Akan Diproses Pengadilan

Baca: BERIKUT Dampaknya Pipis (Buang Air Kecil) Sebelum dan Sesudah Melakukan Hubungan Intim

Baca: Gadis Cantik Hilda Fauziah (18) Kabur Jelang Pernikahannya, Ternyata Dijodohkan Sejak Masih Kecil

Menurut Surip sebelum kejadian, kedua pelaku memang sudah diintai selama seminggu terakhir. Keduanya disebut sering masuk kampus sore-sore.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved