Pengakuan Keluarga Korban yang Tewas Setelah Dihajar Satpam Unimed, Datang ke Unimed Untuk Berenang
Ayah Stefen, Poltak Sihombing (62), meneteskan air mata dan tubuhnya bergetar mengingat peristiwa yang merenggut nyawa anaknya tersebut.
" Terkadang hilang kadang datang, begitu terus berulang. Makanya kita intai dan kedapatan dan dihakimi massa di pintu keluar," ungkap Surip.
Ditanya apakah pelaku diduga pernah beraksi di Unimed sebelumnya, Surip menduga bisa saja hal itu pernah terjadi. Karena mereka sering masuk kampus dengan pakaian biasa.
Ketika ditanya apakah Satpam melakukan pengamanan sudah SOP karena kedua pria tersebut tewas setelah dihajar satpam dan mahasiswa?
Surip menjelaskan bahwa petugas keamanan telah melerai mahasiswa untuk menghakimi dan langsung melaporkan ke polisi. Namun polisi lama datang karena mau magrib.
"Setelah datang langsung pelaku dibawa keluar oleh polisi. Kami tidak tahu kelanjutan mereka itu. Waktu dibawa keluar kampus mereka masih hidup. Orang masih bisa berjalan, tapi memang yang satu sudah tidak bisa jalan," urainya.
Lebih lanjut, soal adanya dugaan mati di hakimi massa, Surip menuturkan bahwa petugas keamanan sebenarnya sudah membantu melerai. Bahkan beberapa pegawai masuk juga untuk membantu melerai.
"Mungkin kalau ada pemukulan, karena mereka sudah kesal dan tidak bisa dibendung lagi," beber Surip.(mft/Tribun-medan.com)
Baca: RATNA SARUMPAET TERKINI - Ratna Sarumpaet Segera Disidang, Perkara Dakwaan Akan Diproses Pengadilan
Baca: Mengejutkan Pengakuan Pasutri Ini, Sebut Anggota Polisi Sering Gunakan Rumahnya untuk Konsumsi Sabu
Baca: Inilah 3 SMA Katolik Menjadi Sekolah Negeri yang Pertama, Di Antaranya SMA St Thomas Rasul Samosir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/poltak-sihombing.jpg)