Djarot Kritisi Penanganan Jalan Amblas yang Tewaskan Pengendara: Kerjakan Dulu Baru Administrasinya
Ketua DPP PDIP yang pernah maju sebagai Calon Gubernur Sumut ini membagikan pengalaman tentang fasilitas publik ketika menjabat sebagai Wali Kota
Penulis: Tommy Simatupang |
TRIBUN-MEDAN.com- Djarot Saiful Hidayat Calon Legislatif DPR-RI Daerah Pemilihan III Sumatera Utara turut angkat bicara soal amblas yang dibiarkan berbulan-bulan hingga merenggut nyawa di Kota Pematangsiantar.
Ketua DPP PDIP yang pernah maju sebagai Calon Gubernur Sumut ini membagikan pengalaman tentang fasilitas publik ketika menjabat sebagai Wali Kota Blitar, Provinsi Jawa Timur.
Djarot menjelaskan untuk penanganan jalan ambles tidak boleh dibiarkan berbulan-bulan. Pemerintah kota dapat langsung mencairkan anggaran sembari menunggu administrasi anggaran Dana Tidak Terduga (DTT).
"Ada biayanya, langsung tutup. Dari pada membahayakan orang lain. Saya juga pernah jadi Walikota. Bisa dicairkan langsung. Kerjakan dulu baru dikerjakan administrasinya. Tapi harus ada permohonannya," katanya saat ditemui di Warung Kopi Nainggolan Jalan Gereja Kota Siantar, Jumat (1/3/2019).
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengharapkan Pemko Siantar untuk lebih mengutamakan kepentingan masyarakat. Ia berharap Pemko Siantar lebih cepat menghadapi persoalan yang ada di lapangan. Jangan memperlmbat keputusan untuk kepentingan rakyat.
Enam Pemain Baru Sudah Merapat, Tim Pelatih Tunggu Hasil Rapat Manajemen PSMS
Ajaib Bocah 9 Tahun Selamat setelah Jatuh dari Lantai 5 Gedung Apartemen
Viral di Medsos, Begini kah Tampang Motor Yamaha NMAX Terbaru?
PT Aquafarm Nusantara Berkunjung ke Kantor Tribun Medan: Kami Perusahaan Wild Fish Terbesar
"Tujuan Pemko itu melindungi, melayani, dan mensejahterakan warga sebaik-baiknyanya. Kalau ada persoalan di lapangan segera putuskan. Kalau ada jalan berlubang segera tutup,"ujarnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah Nor tidak mengetahui adanya laporan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) tentang jalan yang ambles di Jalan Manunggal Karya Kecamatan Siantar Marimbun.
Disdukcapil Asahan Minta Bantuan Kemendagri Cetak e-KTP Milik Warga Akibat 2 Mesin Cetak Rusak
Ratusan Orang dari Romo Center Geruduk Pemko Medan, Minta Pemko Tidak Berat Sebelah dan Memihak
Majikan Singapura Akui Bersalah Siksa ART Asal Indonesia hingga Patah Hidung
Ditemui usai acara Hari Sampah Nasional di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Siantar mengaku masih akan memeriksa usulan BPBD untuk menimbun jalan ambles tersebut. Hefriansyah juga bingung saat disinggung usulan BPBD untuk pencairan Dana Tidak Terduga (DTT) telah diusulkan satu bulan yang lalu.
"Nanti biar kucek (usulan DTT),"katanya sembari berjalan cepat, kamis (28/2).
Hefriansyah mengatakan sedih dengan kejadian terperosoknya seorang pengendara hingga meninggal dunia. Ia berharap wartawan mendoakan agar jalan itu cepat tertangani.
"Yang penting kita bagusin itu. Sedih juga hati awak. Kalian (wartawan) doakanlah (penanganan itu cepat selesai),"katanya.
Dua Mesin Pencetakan e-KTP sedang Diperbaiki, Disdukcapil Asahan Upayakan Pencetakan di Jakarta
NMAX Dibayar Dua Karung Koin, Vonny Ali Akhirnya Miliki Motor Idaman NMAX, Ini Kronologinya
Akhirnya Mulan Jameela Balas Sindiran Nikita Mirzani yang Sebut Tangisan Ahmad Dhani Lebay
Diketahui, jalan ambles terjadi di Jalan Manunggal Karya, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Pematangsiantar. Jalan ambles yang dibiarkan dua bulan terjadi ini memiliki diameter lubang seluas 4 x 4 meter. Lubang yang menganga ini memiliki kedalaman empat meter. Jalan ambles ini hanya menyisakan 100 sentimeter di pinggir jalan. Sisa jalan itu pun ditopang dengan batang-batang kayu.
Jalan dengan lubang yang menganga itu dibiarkan tanpa plang pemberitahuan. Hanya tali pembatas dari BPBD Siantar. Teranyar, satu orang pengendara sepeda motor Sugiono (55) tewas terperosok ke dalam lubang tersebut.
Sebelumnya, Kepala Bidang Rekontruksi dan Rehabilitasi BPBD Siantar Irwansyah Saragih mengungkapkan sudab mengusulkan Dana Tidak Terduga ke Walikota sebulan yang lalu. Namun, hingga kini Walikota belum menandatangani usulan tersebut.
"Kita masih menunggu Pak Wali teken SK DTT. Sudah kita usulkan sebulan yang lalu,"katanya.
(tmy/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/djarot-saiful-hidayat7.jpg)