3 OTT Money Politics di Sumut Terkait Caleg Gerindra, Elite DPD Gerindra Sumut Pilih Tak Komentar
Tiga kasus dugaan money politics atau politik uang di Sumatera Utara yang dibongkar kepolisian, menyeret nama-nama caleg dari Partai Gerindra.
Laporan Wartawan Tribun-Medan, Fatah Baginda Gorby
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tiga kasus dugaan money politics atau politik uang di Sumatera Utara yang dibongkar kepolisian, menyeret nama-nama caleg dari Partai Gerindra.
Namun, sejumlah elite Partai Gerindra Sumatera Utara menolak memberikan komentar terkait tiga operasi tangkap tangan (OTT) yang cuma berselang satu hari tersebut.
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra, Kamsir Aritonang, saat dihubungi Tribun/www.tribun-medan.com menolak berkomentar.
"Kami belum bisa berikan statement apa-apa, silakan hubungi sekretaris (DPD Partai Gerindra)," katanya, Selasa (16/4/2019).
Sayangnya, Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumut, Robert L Tobing juga menolak untuk memberikan keterangan.
"Maaf bang kami belum bisa memberikan keterangan apapun, no comment ya, harap maklum," kata Robert.
Baca: Demi Nyoblos di Kampung Halaman, Mahasiswa Antusias Ikut Mudik Gratis
Baca: Sampai Dituduh Kafir, Yusuf Mansur Jelaskan Unfollow UAS di Instagram dan Beda Pilihan Pilpres
Baca: Inilah 3 Kasus ‘Serangan Fajar’ Bernilai Ratusan Juta di Sumut, Diawali Wabup Paluta
Selama masa tenang Pemilu 2019 hingga Selasa (16/4/2019), polisi melakukan OTT dugaan money politics atau politik uang di Sumatera Utara terbongkar ke publik.
Kasus-kasus itu terjadi di kabupaten berbeda, yakni Padang Lawas Utara (Paluta), Karo, dan Nias.
Ada kesamaan dari ketiga kasus bagi-bagi uang kepada masyarakat tersebut. Yakni sama-sama ditujukan untuk pemenangan caleg dari Partai Gerindra.
Polisi mengamankan uang senilai ratusan juta rupiah dari ketiga kasus tersebut. Terbesar dari Kabupaten Tanah Karo yang mencapai Rp 200 juta lebih.
Baca: Bus Pariwisata Seruduk Pos Polisi Pariwisata Berastagi, Suaranya Seperti Dentuman Meriam
Baca: Hasil Positif Kembali Diraih, PSMS Medan Tekuk PPLP Sumut 3-1
OTT pertama money politics terjadi di Padang Lawas Utara (Paluta).
Kasus ini cukup menghebohkan masyarakat Sumut. Pasalnya, satu di antara pelaku adalah Wakil Bupati Hariro Hararap.
Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP Irwa Zaini Adib mengatakan, money politics di Paluta terbongkar pada Senin (15/4/2019) sekitar pukul 02.00 WIB.
Petugas menghentikan sebuah mobil Kijang dan melakukan pemeriksaan. Hasilnya, ditemukan 87 lembar amplop berisi uang Rp 43,4 juta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/wakil-bupati-padanglawas-utara-kena-ott-money-politik.jpg)