Tutut Handayani Minum Air Rendaman Kurma agar Kuat Berpuasa 20 jam Sehari
Di sini waktu puasanya cukup panjang, lebih dari 20 jam. Makanya agar kuat berpuasa saya memiliki tips agar bisa survive hingga jam buka
Penulis: Ayu Prasandi |
Tutut Handayani Minum Air Rendaman Kurma agar Kuat Berpuasa 20 jam Sehari
TRIBUN-MEDAN.com- Minum air rendaman kurma menjadi hal rutin yang dilakukan Tutut Handayani selama menjalankan ibadah puasa di Stockholm, Swedia.
Hal tersebut dilakukan agar bisa tahan menjalankan ibadah puasa dengan waktu yang cukup panjang.
“Di sini waktu puasanya cukup panjang, lebih dari 20 jam. Makanya agar kuat berpuasa saya memiliki tips agar bisa survive hingga jam buka puasa tiba,” ujar wanita yang berprofesi sebagai guru TK tersebut, Kamis (23/5/2019).
Tutut sapaan akrabnya, juga selalu rutin mengkonsumsi air putih dan mengurangi mengkonsumsi gorengan serta makan secukupnya atau tidak terlalu banyak saat buka puasa agar perut mampu makan lagi saat sahur.
“Karena kan di sini buka puasa dan sahur waktunya berdekatan yaitu buka puasa pada pukul 21.30 dan sahur lagi pada pukul 01.30, jadi kalau kekenyangan takutnya tidak bisa makan saat sahur,” tutur wanita asal Tanggerang ini.
Ia dan keluarga sudah 8 tahun menetap di Swedia yaitu sejak tahun 2011 lalu dan menjalani Ramadan selalu bertepatan pada musim panas sehingga waktu berpuasanya lebih panjang dibandingkan musim lainnya karena matahari terbenam di pukul 22.00.
Prabowo - Pesan Prabowo Subianto kepada para Pendukung dan Aparat Keamanan
CEK FAKTA TERBARU Ambulans Gerindra Berisi Batu, Pengakuan Sopir? Imbauan Jokowi dan Prabowo
RELAWAN Jokowi dan Pendukung Prabowo Subianto akan Buka Bersama Hari Ini, Demi Persatuan
WHATSAPP TERBARU - Gangguan Layanan Media Sosial dan Bahaya Akses Virtual Private Network (VPN)
“Ini baru di Stockholm, semakin ke utara Swedia maka akan semakin panjang waktu puasanya. Semakin akhir bulan puasa maka akan semakin panjang waktu puasanya karena lamanya matahari terbenam,” terangnya.
Walaupun begitu, ia dan keluarga tetap bersemangat menjalankan ibadah puasa dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. “Memang godaannya ada yaitu menahan haus yang luar biasa karena matahari terik-teriknya dan iklim di Swedia itu kering,” jelasnya.
WHATSAPP TERBARU - Gangguan Layanan Media Sosial dan Bahaya Akses Virtual Private Network (VPN)
Cara Anggota TNI AD Turun tanpa Senjata, Dibalas Massa Pendemo hingga Muncul Provokasi pada Petugas
Ia mengungkapkan, banyak tradisi yang dirindukan saat Ramadan seperti Salat Tarawih berjemaah di masjid karena memang sejak tinggal di Swedia sangat jarang salat di masjid.
“Di sini di beberapa masjid di Stockholm ada Salat Tarawihnya dan ada aktivitas lain seperti tadarusan menjelang berbuka puasa dan buka bersama. Namun harus siap pulang larut malam sekali dan hal tersebut menjadi pertimbangan saya,” ungkapnya.
AKSI 22 Mei - Barang Bukti Rekaman Rencana Aksi Kerusuhan Ditemukan, Sajam dan Molotov Diamankan
AKSI 22 Mei - Barang Bukti Rekaman Rencana Aksi Kerusuhan Ditemukan, Sajam dan Molotov Diamankan
Masyarakat di tempat tinggalnya terutama yang bukan beragama muslim cukup toleran, seperti teman-temannya di tempat kerja yang mengetahui bahwa ia harus menjalankan ibadah puasa dan menghormati hal tersebut.
Mereka tahu saya berpuasa dan bagi mereka kalau hal tersebut sudah kewajiban kita sebagai umat muslim dan tidak menjadi masalah bagi mereka saya menjalankan ibadah puasa. Malah mereka mendukung dan bahkan ada yang sengaja menyimpan makanan untuk saya berbuka puasa,” terangnya.
Selama tinggal di Swedia, saat Ramadan ia juga pernah bertemu dengan umat muslim lainnya untuk berkumpul dan berbuka puasa bersama. Hanya saja memang tidak terlalu sering karena keterbatasan waktu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tutut-handayani.jpg)