Papan Info di SPBU Marelan Dibajak, Tampilkan Ujaran Kebencian pada Presiden dan Megawati
Papan Totem yang menampilkan daftar harga BBM di SPBUdiretas dan berganti menampilkan tulisan berisi hujatan kepada Jokowi dan Megawati.
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Lebih lanjut, Roby menyebutkan SPBU yang diretas dikelola oleh mitra Pertamina berstatus SPBU DODO (Dealer Owned Dealer Operate) milik swasta dengan nomor seri SPBU 142021141.
Untuk antisipasi secara menyeluruh, pada Jumat (24/5/2019) pagi, Pertamina sudah menurunkan Tim IT Security untuk memeriksa di lokasi.
Baca: Terjebak Antrean Jalur Kematian Puncak Everest, 10 Pendaki Tewas, Ini Bahaya di 8.000 Meter
Baca: TERBARU Info Perekrutan CPNS 2019, Ada 100.000 Formasi, Kemenpan Surati Kementerian/KL dan Pemda

Kemudian Tim IT Security sudah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan display LED di Totem.
"Untuk sementara ini dalam meningkatkan keamanan, Totem-Totem yang ada di SPBU seputaran Kota Medan yang memiliki Totem itu semua dinonaktifkan.
Baca: Aldi Akhirnya Diluluskan Lalu Menangis Peluk Kepala Sekolah Usai Dinyatakan Tinggal Kelas
Baca: Pakai Jubah Mendiang Ustaz Arifin Ilham, Alvin Faiz Kagum Temukan Benda Ini di Saku
Paralel kami tingkatkan Security terhadap sistemnya, untuk mencegah kejadian serupa tidak terulang," pungkas Roby.
Kasus ini mendapat perhatian dari manajemen pusat Pertamina.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman menjelaskan terkait kejadian peretasan diketahui pada Kamis (23/5/2019) pukul 22.00 WIB.
"Pihak SPBU bertindak cepat dan segera menonaktifkan display totem," ujar dia ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (25/5/2019).
Dia mengatakan, pihak SPBU langsung merubah sistem yang mengendalikan display totem.
Pertamina pun menginformasikan insiden ini kepada SPBU-SPBU lain untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
"Pantauan pagi ini, totem sudah non aktif dan tidak menampakkan display.
Pertamina masih berkoordinasi internal untuk menentukan langkah lebih lanjut," ujar Fajriyah.
TUJUH SAKSI DIPERIKSA
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Jerico Lavian Chandra mengatakan, pihaknya telah memeriksa beberapa orang dan menyita barang bukti.
''Sudah ada yang kami periksa sekitar tujuh orang.