Sebabkan Penumpang Angkot Loncat dan Tewas di SM Raja, Pemalak Jalani Sidang Perdana

Peristiwa terjadi pada 15 Januari 2019 sekitar pukul 15:30 WIB di Jalan Sisingamangaraja, depan sekolah Perguruan Parulian, Medan Amplas

Sebabkan Penumpang Angkot Loncat dan Tewas di SM Raja, Pemalak Jalani Sidang Perdana
Tribun medan/Victory Arrival Hutauruk
Pelaku Josua Aritonang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (29/5/2018). 

TRIBUN-MEDAN.com - Pelaku pencurian dengan kekerasan di dalam angkot Josua Aritonang (21) yang menyebabkan kematian penumpang bernama Akbar Riani Salim Simbolon tewas Januari 2019 lalu menjalani sidang perdana, Rabu (29/5/2019).

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum, (JPU) Vernando Agus menyebutkan, peristiwa terjadi pada 15 Januari 2019 sekitar pukul 15:30 WIB di Jalan Sisingamangaraja, depan sekolah Perguruan Parulian, Medan Amplas.

Terdakwa Josua beraksi bersama dengan temannya Sumber Naibaho yang masih buron.

"Terdakwa menemui Sumber di persimpangan Amplas. Kemudian Sumber mengatakan kepada terdakwa, 'Lae cari duit yok!' Lalu terdakwa menjawab, 'Ayoklah!'. Kemudian terdakwa melihat seorang laki-laki (korban) hendak naik mobil Angkot 81, lalu Sumber berkata, 'Ini calon korban kita!' tutur Jaksa.

Setelah korban naik angkot 81, terdakwa pun juga ikut naik ke dalam. Sumber Naibaho duduk tepat di belakang sopir serta berhadapan langsung dengan korban sementara Josua berada di ujung.

"Lalu Sumber berkata kepada korban, 'Dek, Minta uang rokok!' Lalu korban memberikan uang Rp50 ribu. Selanjutnya, Sumber merogoh dan merampas satu unit handphone iPhone sambil berkata, 'Tambahlah.. Kurang ini!' Kemudian mengacungkan sebuah senjata tajam jenis pisau lipat sambil berkata korban, 'Kau tambahin ini..kurang ini!' Karena korban merasa terancam dan takut, korban melompat dari dalam angkot 81 tersebut," jelas Jaksa.

Aksi Akbar Riani Salim Simbolon itu ternyata berakibat fatal. Ia tersungkur dengan posisi telungkup dan langsung tidak sadarkan diri. Dari hidung dan kepala mengeluarkan darah dan diduga tewas ditempat.

Tak lama kemudian angkot pun berhenti, dan kedua terdakwa melarikan diri dari angkot.

"Lalu, sopir Benny melakukan pertolongan pertama dengan membawa korban ke Rumah Sakit Mitra Medika Amplas dan berdasarkan hasil Visum, telah meninggal dunia,"

Kemudian terdakwa ditangkap bersama barang bukti oleh pihak Kepolisian dari Polsek Patumbak di (Ruko Amplas) di Jalan Panglima Denai Kel. Amplas Kec. Medan Amplas sekitar pukul 17:30 WIB.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved