Ramadhan 1440 H

5 Tips Membedakan Daging Sapi dan Babi agar Tidak Tertipu Daging Oplosan

Dilansir dari agroindustri.id berikut cara yang tepat untuk mengetahui perbedaan antara daging sapi dengan daging babi atau daging oplosan.

Tayang:
Warta Kota
5 Tips Membedakan Daging Sapi dan Babi agar Tidak Tertipu Daging Oplosan . Ilustrasi. 

Beberapa waktu lalu, ia bersama dengan jajarannya meninjau pasar tradisional dan modern yang ada di kota Medan.

Dalam tinjauannya, Edy Rahmayadi pemerintah dapat mengamakan bahan pangan apabila terjadi kekurangan stok di pasar.

Baca: Sosok Ipda Danny Sutarman, Anak Mantan Kapolri yang Nekat Tilang Mobil Berpelat Mabes Polri. .

Baca: Putri yang Tikam Ayah hingga Tewas Karena Diingatkan Salat, Tiba-tiba Histeris Panggil Ayah

"Kita akan turun kembali ke pasar untuk lakukan operasi pasar, jadi rakyat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Provinsi Sumatera Utara, Mulkan Harahap menyebut, belum ada ditemukan di Sumut untuk kasus dari bakteri Antraks tersebut.

 

"Belum pernah ditemukan bakteri ini di Sumut," katanya.

Mulkan mengatakan, sampai dengan saat ini, Sumut masih bebas dari bakteri Antraks.

"Sumut masih bebas dari bakteri ini," katanya.

 

Mulkan mengatakan, bahwa bakteri ini bukan hanya ditularkan oleh hewan ternak, bahkan manusia juga bisa terjangkit.

Ilustrasi
Ilustrasi ()

"Bukan hanya hewan, dari manusia juga bisa ke hewan penularan bakteri ini," jelasnya.

Pihaknya sudah mengimbau seluruh jajaran Dinas Peternakan di Sumut untuk dapat memastikan daging-daging hewan ternak yang dipaparkan terjamin kesehatannya.

"Kami sudah mengimbau seluruh jajaran untuk memastikan bahwa daging yang beredar di pasaran nanti kesehatannya diutamakan," jelasnya.

Kebanyakan kasus antraks terjadi pada hewan ternak, misalnya sapi, domba, kuda, atau kambing.

Spora antraks di tanah bisa menginfeksi hewan ternak yang memakan tanaman yang tumbuh di tanah tersebut.

"Hewan ternak biasanya makan rumput, nah di rumput itu biasanya bakteri dapat berkembang dengan cepat apabila dimakan oleh hewan terbaru," jelasnya.

Kata dia, biasanya hewan ternak ini tidak langsung diketahui terinfeksi bakteri tersebut. Karena beberapa hari ke depan baru bisa dilihat akibatnya.

"Biasanya begitu terkena bakteri ini, hewan tersebut tidak langsung sakit atau mati, biasanya perlahan-lahan merusak sistem dalam tubuh hewan," jelasnya.

(cr12/tribun-medan.com)

Sumber: Nakita
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved