Ini PR bagi Wali Kota Medan ke Depan Versi Suluh Muda Indonesia

pergantian kepemimpinan Kota Medan 2020 – 2025 menjadi hal menarik untuk sebagai barometer kemajuan demokarasi di tingkat Kota.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/HO
Direktur Eksekutif Perhimpunan Suluh Muda Indonesia, Kristian Redison Simarmata (kiri baju putih). 

"Bukan berbicara berdasarkan menyenangkan hati sekelompok orang atau sekedar lips service kepada publik, sehingga sang pemimpin memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi dari publik," jelasnya.

Ketika pemimpin konsisten dengan tujuan dan target, maka menjadi acuan dalam birokrasi untuk bekerja lebih baik.

Bagi Kristian sosok Wali Kota mesti memiliki komitmen dan rekam jejak yang bersih, transparan dan akuntabel dalam hal pengelolaan keuangan.

" Sangat dibutuhkan rekam jejak untuk memastikan agar pengelolaan APBD, penunjukan pejabat berdasarkan sistem merit yaitu kebijakan dan manajemen ASN berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar tanpa mem- bedakan faktor politik, ras, agama, asal usul, jenis kelamin, dan kondisi kecacatan," katanya.

Calon dimaksud,kata Kristian harus memiliki kemampuan melakukan terobosan baru dalam perbaikan pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur.

Misalnya,menurut Kristian, inovasi menjadikan kantor kecamatan menjadi pusat pelayanan administrasi warga dengan mutu pelayanan nyaman, aman dan efektif.

"Mungkin bisa berkaca pada mutu pelayanan bank-bank swasta, sehingga tidak terjadi penumpukan misalanya di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil," jelasnya.

Wali Kota, lanjut Kristian, mesti mampu menghadapi tekanan dari kepentingan kelompok tertentu dalam penentuan prioritas pembangunan daerah.

"Harus ada keberanian Wali Kota menghadapi tekanan yang biasa dilakukan. Misalnya menertibkan pengutipan uang parkir dan penggunaan jalan untuk parkir,"katanya.

Kemampuan kepala Daerah untuk duduk bersama merespons masukan, kata Kristian juga dibutuhkan dalam merumuskan kebijakan dan perencanaan pembangunan yang tepat dan cepat.

Ia menuturkan, Wali Kota juga, hendaknya memiliki kemampuan dan kemauan untuk sesering mungkin turun langsung ke masyaraka.

"Hal itu dilakukan untuk mendengarkan, mendeteksi dan menanggapi problem masyarakat untuk diselesaikan.Dengan turun ke masyarakat pemimpin dapat menemukan kunci persoalan," pungkasnya.

(gov/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved