5 Tahapan yang Harus Dilalui untuk Mengungkap Identitas Korban Kebakaran Pabrik Mancis di Langkat

Namun, karena terjebak dalam situasi yang rumit. Karena pintu pabrik dalam posisi terkunci dari luar, sehingga mereka akhirnya panik dan meninggal ter

5 Tahapan yang Harus Dilalui untuk Mengungkap Identitas Korban Kebakaran Pabrik Mancis di Langkat
Tribun Medan/Riski Cahyadi
5 Tahapan yang Harus Dilalui untuk Mengungkap Identitas Korban Kebakaran Pabrik Mancis di Langkat. Suasana di lokasi kebakaran pabrik mancis di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Sumatera Utara, Jumat (21/6/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Harianja menjelaskan bahwa untuk bisa mengidentifikasi para korban, dibutuhkan 5 tahapan :

1. Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)
Olah tempat kejadian perkara adalah suatu tindakan secara prosedur dan sistematis sebagai upaya untuk mencari dan mengidentifikasi secara detail baik benda padat, cair, barang, surat, jejak, orang yang berada di tempat kejadian perkara.

"Dalam peristiwa ini, kita telah turun melihat TKP," ucap Harianja.

Baca: LAMA TAK ADA KABAR Tamara Bleszynski, Artis Cantik Dulu Bayaran Termahal, Kini Pelayan Warung Makan

Baca: Bopi Rekomendasikan Liga 2 Bergulir, Pemain PSMS Siap Tempur Minus Tambun Naibaho

Baca: Polisi Sita Mobil Fortuner Jadi Mahar Pernikahan, Hingga Keluarga Pengantin Menanggung Malu

2. Post Mortem
Untuk para korban kebakaran dimasukkan ke kantong jenazah dari TKP, maka langkah selanjutnya dibawa ke postmortem.

Di bagian postmortem, jenazah ditimbang beratnya kemudian apabila perlu untuk discan, maka dimasukkan ke dalam mesin CT scan. Setelah itu akan dilakukan proses autopsi.

"Proses identifikasi meliputi, identifikasi sidik jari, gigi dan DNA. Identifikasi medis bahkan identifikasi properti. Pemeriksaan di ruang jenazah, juga melibatkan dokter ahli dan dokter ahli DNA," kata Harianja.

3. Ante Mortem
Antemortem, ada beberapa tahapan. Pertama, bagian registrasi. Di bagian ini, keluarga korban didata. Mulai dari nama, jenis kelamin, umur, serta perlengkapan yang dibawa untuk mendukung data-data dari korban.

Selanjutnya, dilakukan wawancara. Pada bagian tersebut, keluarga korban ditanya terkait dengan identitas korban.

Hal itu untuk mendalami proses identifikasi. Ada formulir, data-data fisik dan ciri-ciri properti. Selanjutnya ke bagian pengambilan DNA.

Baca: Jokowi Tak Pernah Rayakan Ulang Tahun, Gak Mau Tiup Lilin Hanya Kibaskan Tangan Matikan Api

Baca: PERSIB - LUPAKAN HASIL IMBANG Lawan PS Tira Persikabo, Persib Andalkan Serang Balik Madura United

Baca: Pentolan Band Boomerang Henry Limahelu Ditangkap Polisi Saat Sedang Isap Ganja

"Ante mortem disini data korban selama hidup. Kita telah terima 28 korban yang melaporkan. Ini akan kami kroscek diruang jenazah," ujar Harianja.

Halaman
123
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved