Kenangan SBY Instruksikan Kopassus Hancurkan Pembajak Kapal Sinar Kudus di Somalia, Info Intel Minim

Peristiwa pembajakan Kapal Sinar Kudus di Somalia, menjadi kenangan tak terlupakan bagi Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Editor: Juang Naibaho
tribun jateng
Kopassus 

TRIBUN MEDAN.com - Peristiwa pembajakan Kapal Sinar Kudus di Somalia, menjadi kenangan tak terlupakan bagi Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Keputusan SBY menerjunkan pasukan elite dari tiga matra untuk membebaskan Kapal Sinar Kudus di Somalia, menuai keberhasilan.

Ketiga pasukan elite lintas matra yang diterjunkan adalah prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Korps Marinir AL, dan Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Paskhas)

Korps Baret Merah bersama pasukan lainnya berhasil memberangus para perompak Somalia, sekaligus membebaskan Kapal Sinar Kudus.

Baca: Keluarga Erlina Megasari Habeahan Baru Sadar PNS Dispenda Itu Menghilang Sejak Ponselnya Tak Aktif

Baca: Jokowi Ungkap Calon-calon Menterinya, Berbeda Dengan Periode Pertama

Baca: Tak Ada Penyesalan, Ayah Cabuli Putri Kandung (15 Thn) hingga Melahirkan, Ingin Dipanggil Bapak Aki

Peristiwa itu terjadi pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Selama menjadi presiden, SBY memiliki sejumlah cerita soal kiprahnya.

Termasuk saat detik-detik pembebasan Kapal Sinar Kudus di lepas pantai Somalia.

Peristiwa itu terjadi tahun 2014 lalu.

Saat itu, Kapal Sinar Kudus beserta awaknya yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dibajak para perompak di Somalia.

Peristiwa pembajakan itu sampai di telinga SBY.

Ketua Umum Parati Demokrat itu pun segera memutuskan untuk menolong awak kapal yang disandera perompak Somalia.

SBY menginstruksikan para prajurit Satuan Khusus TNI untuk membebaskannya.

Baca: Buya Yahya Beri Tips Cara Taubat Seusai Lakukan Fitnah, Makian, dan Pergunjingan di Pilpres 2019

Baca: Siap-siap, GIIAS 2019 Ramai Produk dan Varian Baru, Toyota Mitsubishi hingga Nissan

Menurut SBY, keputusan yang diambilnya itu memiliki risiko yang tidak kecil.

Keputusan itu jadi penentu.

"Taruhannya besar. Operasi khusus yang dilakukan oleh Satuan Marinir, Kopassus, dan Paskhas waktu itu sangat bisa gagal," jelas SBY.

Alasannya, persiapan operasi pembebasan itu hanya dilakukan selama beberapa hari saja.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved