Pengejaran KKB Papua: Reaksi Kodam XVII/Cendrawasih, Anggota TNI Ditembak Mati, Prada Usaman Tewas

Pengejaran KKB Papua: Reaksi Kodam XVII/Cendrawasih, Anggota TNI Ditembak Mati, Prada Usaman Tewas

Editor: Salomo Tarigan
kolase/indojayanews.com
Pengejaran KKB Papua: Reaksi Kodam XVII/Cendrawasih, Anggota TNI Ditembak Mati, Prada Usaman Tewas 

"Indonesia tidak bisa lagi menstigmatisasi kami sebagai separatis atau penjahat.

Kami adalah negara kesatuan militer dan politik yang sah," tambahnya.

Ketegangan akan meningkat
Dr Camellia Webb-Gannon, koordinator Proyek Papua Barat di Universitas Wollongong Australia, mengatakan pembentukan Tentara West Papua menandai persatuan yang signifikan antara aktivis politik dan militer.

"Untuk pertama kalinya sayap bersenjata sekarang menyatakan tunduk pada gerakan politik, ULWMP," kata Dr Webb-Gannon kepada ABC News.

"Ini sangat penting karena mereka menunjukkan, jika kami merdeka, kami tidak akan menjadi kediktatoran militer. Militer akan tunduk pada pemimpin politik," tambahnya.

Namun dia juga memperingatkan bahwa perkembangan ini dapat memicu ketegangan dengan militer Indonesia di Provinsi Papua dan Propinsi Papua Barat.

Menurut Dr Webb-Gannon, begitu anggota gerakan kemerdekaan bersenjata meningkatkan aktivitas atau lebih banyak muncul di Papua Barat, militer Indonesia akan merespon.

"Ini juga memberikan tekanan pada masyarakat internasional untuk menepis narasi soal Papua Barat," katanya.

"Yaitu bahwa mereka dapat menjaga diri sendiri, dan mereka berhak dan mampu menentukan nasib sendiri dan pemerintahan sendiri," kata Dr Webb-Gannon.

"Atau meminta pertanggungjawaban Indonesia, 'apa yang Anda lakukan, mengapa Anda menahan orang Papua Barat'," jelasnya.

Juru bicara ULMWP Jacob Rumbiak mengatakan pembentukan Tentara West Papua itu menyatukan sayap politik, intelijen dan militer menjadi satu kelompok diplomatik yang akan mendorong kampanye kemerdekaan ke depan.

"Persatuan ini akan menunjukkan kepada Indonesia dan dunia, bahwa kami orang Papua Barat siap mendapatkan kemerdekaan hari ini juga," katanya kepada ABC News.

"Militer kami secara otomatis akan berada di bawah kendali penuh seorang komandan. Kami memiliki agenda yang sangat jelas untuk menjadi pejuang kebebasan terbaik," ucap Jacob Rumbiak.

Tiga kelompok bersenjata yang bersatu itu termasuk Tentara Pembebasan Nasiona Papua Barat (TPNPB) yang menyerang sebuah situs konstruksi pada bulan Desember dan menewaskan 31 orang.

Benny Wenda Tidak Usah Mimpi 

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved