Lebih Percaya Diri Menjalani Ibadah Agama Malim di Kota Medan

Parmalim di Indonesia saat ini jumlahnya mencapai 1.300 Kepala Keluarga (KK). Jika diuraikan, penganutnya mencapai 9.000 orang.

Lebih Percaya Diri Menjalani Ibadah Agama Malim di Kota Medan
Banyumili Institute
Kegiatan Ibadah Bangsa Parmalim di Bale Parsantian Medan Denai yang dilaksanakan setiap Hari Sabtu. Dalam ibadah kali ini, lebih kurang 64 Kepala Keluarga turut beribadah bersama memanjatkan doa kepada Debata Mulajadi Nabolon. (Banyumili Institute) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pascaputusan Mahkamah Konstitusi pada 7 November 2017 yang menerima tuntutan penghayat kepercayaan bisa mencantumkan aliran keyakinannya di kolom agama, penganut Agama Malim menyebut hal itu sebagai keberkahan.

Agama tradisional dari Tanah Batak ini seakan lebih percaya diri menjalankan ibadah dan kehidupan sosialnya.

Di Kota Medan, sendiri, salahsatu tempat ibadah Parmalim, sebutan untuk penganut Agama Malim berlokasi di Jalan Air Bersih Ujung,Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan. Rumah suci Parmalim ini bernama Bale Parsantian Ginomongan Ni Bale Pasogit Partonggoan.

Salahsatu penghayat agama atau Ugamo Malim ini, Lambok Manurung, mengatakan bahwa mereka hidup secara berdampingan dengan masyarakat sekitar. Apalagi jajaran pemerintah daerah sudah mengakomodir segala kebutuhan mereka, tanpa diskriminasi.

"Nah, kalau jemaah kita yang beribadah di Jalan Air Bersih ini jumlahnya ada 64 KK. Mereka berasal dari beberapa daerah di Kota Medan. Kalau ditotal itu ada 300 orang lah," ujar pria 50 tahun itu kepada Tribun Medan, Selasa (30/7/2019).

Lambok mengatakan mereka sangat percaya diri usai putusan MK tersebut. Oleh karena itu ucapan ucapan terimakasih menurutnya sangat layak disampaikan kepada pejuang Hak Azasi Manusia (HAM).

Lambok yang sempat turun ke Gedung MK di Jakarta untuk memperjuangkan hak administrasi kependudukan teman teman se-keyakinan, mengatakan mereka sangat menyambut baik.

"Mereka juga yang membantu kita, maka dari itu pejuang-pejuang seperti mereka ini sangat membantu kita. Karena agama kami ini bukan dari luar, agama kami asalnya asli Indonesia beserta agama agama lainnya seperti di Jawa," kata Lambok.

Ugamo Malim diartikan sebagai Agama Suci oleh bangsa Batak terdahulu, Bagi Lambok sendiri, Ugamo malim tidak disebarluaskan melalui misionaris misionaris seperti agama-agama lainnya. Itulah mengapa penghayat aliran kepercayaan ini tak begitu berkembang di Indonesia.

Parmalim di Indonesia saat ini jumlahnya mencapai 1.300 Kepala Keluarga (KK). Jika diuraikan, penganutnya mencapai 9.000 orang sesuai data yang dimiliki Pengurus Parmalim.

Halaman
123
Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved