News Video
Muhammad Sofyan Dianjurkan untuk Operasi, Luka Bakar Serius di Kepala dan Lengan Sebelah Kanan
Diwawancarai wartawan www.tribun-medan.com, Muhammad Sofyan menjelaskan lukanya cukup serius sehingga disarankan dokter untuk mendapat operasi
Penulis: Hendrik Naipospos | Editor: Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.COM - Kasatpol PP Medan Muhammad Sofyan mendapat perawatan di RS Royal Prima Medan.
Sofyan dirawat sejak Rabu (7/8/2019) sore karena mengalami luka bakar akibat disiram air panas saat penertiban pedagang di Warkop Elisabeth.
Diwawancarai wartawan Tribun Medan, ia menjelaskan lukanya cukup serius sehingga disarankan dokter untuk mendapat operasi.
"Dibilang operasi tapi saya tolak. Biar saja berbekas di kulit, sudah tua ya gak masalah ada bekas," ucap Sofyan melalui via telepon, Kamis (8/8/2019).
Ia menyebutkan kalau kulit kepala dan lengan sebelah kanan melepuh.
"Memang air itu sangat panas. Kepala dan lengan sebelah kanan ini melepuh," sambungnya
Meski demikian dia berharap segera diperbolehkan pulang.
"Perasaan saya sih sudah bisa pulang. Tapi dokter bilang masih perlu istirahat di sini (RS Royal Prima)," tambah Muhammad Sofyan.
Detik-detik Sofyan terkena air panas;
Ayo subscirbe channel YouTube Tribun MedanTV
Giliran Pedagang di Jalan Bulan Ditertibkan Satpol PP Kota Medan, Muhammad Sofyan tak Terlihat. .
Disiram Air Panas, Kepala Satpol PP Medan Sofyan Dirawat di Rumah Sakit
Satu orang diamankan
Kapolsek Medan Kota, Kompol Revi Nurvelani mengatakan bahwa dalam penertiban itu ada satu orang yang diamankan karena melakukan pemukulan.
"Iya benar, ada satu orang yang diamankan karena diduga melakukan pemukulan ke petugas Satpol PP," kata Revi di Jalan Haji Misbah, Rabu (7/8/2019).
Pramugari Lion Air Meninggal 3 Hari setelah Terinfeksi DBD saat Pulang Kampung
Pramugari Ini Kukuh Tolak Cinta Soekarno, Rayuan Maut pun Tak Luluh dan Akhirnya Dipanggil ke Istana
Dewi Bunuh Bayinya karena Takut Dipecat, Berlinang Air Mata saat Mengakui Kesalahan
Terkait Kasatpol PP Kota Medan yang mendapatkan siraman air panas saat melakukan penertiban, apakah pelaku yang melakukannya akan diamankan, Revi menyebutkan bahwa semuanya akan menjadi satu laporan.
"Nah itu, karena sewaktu-waktu dalam satu tempat kejadian, akan jadi satu pelaporan semua," jelas Revi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/warkop-elsa-kembali-digusur.jpg)