Sepak Terjang KKB Lekagak Telenggen yang Jebak Briptu Heidar, Paling Berbahaya di Segitiga Hitam

Sepak Terjang KKB Lekagak Telenggen bukan cerita baru. KKB ini dianggap paling berbahaya di "Segitiga Hitam" Papua.

Sepak Terjang KKB Lekagak Telenggen yang Jebak Briptu Heidar, Paling Berbahaya di Segitiga Hitam
facebook
Lekagak Telenggen bersama Goliath Tabuni pemimpin separatis Papua 

Sepak Terjang KKB Lekagak Telenggen bukan cerita baru. KKB ini dianggap paling berbahaya di "Segitiga Hitam" Papua. Pernah menembaki pesawat, membunuh warga sipil, pekerja, dan melancarkan serangan tiba-tiba terhadap prajurit TNI. Kini, KKB Lekagak Telenggen disinyalir sebagai pelaku yang menjebak Briptu Heidar, menyandera dan menembak hingga tewas.

TRIBUN MEDAN.com - Anggota Ditreskrim Polda Papua, Briptu Heidar, gugur setelah ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

KKB pimpinan Lekagak Telenggen disebut-sebut sebagai pihak paling bertanggung jawab atas kematian Briptu Heidar.

Briptu Heidar dijebak oleh KKB di Kampung Usir, Kabupaten Puncak, Papua, Senin (12/8/2019) sekitar pukul 11.30 WIT. Ia kemudian disergap dan diseret ke semak-semak. Setelah beberapa jam dijadikan sandera, Briptu Heidar kemudian ditembak hingga tewas.

Jenazah Briptu Heidar ditemukan pada Senin (12/8/2019) sore sekitar pukul 17.30 WIT, tak jauh dari lokasi penyergapan yang dilakukan KKB.

Setelah penemuan jenazah Briptu Heidar, mencuat bahwa aksi ini disinyalir dilakukan KKB pimpinan Lekagak Telenggen.

Briptu Heidar gugur di Papua
Briptu Heidar gugur di Papua (Facebook.com)

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal mengatakan, Polda Papua memastikan akan mencari para pelaku yang sebelumnya sempat diajak negosiasi untuk melepaskan korban.

"Kami masih selidiki apakah ini dari kelompok (Lekagak) Telenggen yang ada di Puncak," ujar Kombes Kamal, di Jayapura, Senin (12/8/2019).

Kamal menyebutkan, sebelum jenazah korban ditemukan, pihak Pemkab Puncak dan Polres Puncak Jaya sempat melakukan negosiasi dengan KKB pimpinan Lekagak Talenggen.

"Tadi sempat dilakukan komunikasi dengan pihak Talenggen saat almarhum masih disekap," katanya..

Halaman
1234
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved