Keluarga Pendaki Asal Siantar yang Kritis di Gunung Kerinci Harap-harap Cemas

"Dari dulu itu suka kali naik gunung. Sejak masih kuliah. Mau gimana lagi aku bilang," kata Boru Butarbutar.

Penulis: Tommy Simatupang |
Dok. APGI / Ade Wahyudi
Pendaki di Gunung Kerinci. 

Saat bertelpon terdengar boru Butarbutar terkejut mendengar kabar puteranya sedikit harapan untuk hidup.

"Sudah enggak ada lagi harapan ya, Pak? Pokoknya selamatkanlah dulu anak saya, Pak. Tolong ya, Pak," katanya saat bertelpon dengan Tim SAR.

Ibu boru Butar-butar juga mengungkapkan hanya bisa pasrah menunggu hasil evakuasi di Jambi.

Ia juga mengungkapkan tidak bisa melarang anaknya untuk menyalurkan hobinya.

Ibu Iglesias Julio Sinaga menunggu kabar evakuasi putranya.
Ibu Iglesias Julio Sinaga menunggu kabar evakuasi putranya. (HO)

"Dari dulu itu suka kali naik gunung. Sejak masih kuliah.

Mau gimana lagi aku bilang.

Mau gimana aku ini. Semoga anakku selamat," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Iglesias Julio Sinaga ditemukan dalam kondisi kritis saat mendaki Gunung Kerinci, Jambi, Senin (19/8/2019).

Pemandu gunung dari Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), Ade Wahyudi atau akrab disapa Dewe yang membantu menangani korban, mengatakan Iglesias kini terbaring di dalam tenda.

“Saya udah lihat korban. Mereka naik berenam dengan temannya.

Kondisi terakhir barusan saya cek di tenda, gak bisa dipastikan, masih kritis tapi juga gak bisa dikasih bantuan medis. Cairan keluar dari hidung begitu saya mau cek nadi leher,” kata Dewe kepada KompasTravel, Senin (19/8/2019).

Ia menyebut, berdasarkan keterangan rekan pendakiannya,  Iglesias Julio Sinaga  sudah mengalami gejala sakit sejak kemarin.

Penampakan Gunung Kerinci dari Kota Sungai Penuh, Jambi, Rabu (1/5/2018)
Penampakan Gunung Kerinci dari Kota Sungai Penuh, Jambi, Rabu (1/5/2018) (KOMPAS/IRMA TAMBUNAN)

Keadaannya makin memburuk pada Senin dini hari.

“Butuh dievakuasi secepatnya ini, mohon bantuannya ke shelter 3,” tambah Dewe.

 Iglesias Julio Sinaga mulai dievakuasi dari shelter 3 untuk turun ke kaki gunung dengan ketinggian 3.805 meter itu.

 Iglesias Julio Sinaga  diduga mengalami hiportemia.

Untuk melakukan evakuasi, tim membutuhkan waktu 8 jam-10 jam.

Gunung Kerinci memiliki ketinggian sekitar 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung Kerinci juga merupakan gunung tertinggi di Pulau Sumatera dan satu dari tujuh puncak gunung tertinggi di Indonesia.

(tmy/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved