AKHIRNYA Gubernur Edy Rahmayadi Blak-blakan Soal Polemik Wisata Halal di Danau Toba

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi angkat bicara terkait wacana penerapan wisata halal di kawasan Danau Toba.

AKHIRNYA Gubernur Edy Rahmayadi Blak-blakan Soal Polemik Wisata Halal di Danau Toba
Tribun Medan/M Andimaz Kahfi
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat diwawancarai oleh awak media. 

Mereka membubuhkan tanda tangan di spanduk putuh sepanjang belasan meter.

Baca: Foto-foto Temuan Fosil Tulang Hewan Raksasa, Heran Bau Busuk Hingga Digali Pakai Eskavator

Baca: Heboh Disertasi Ilmiah Seks Halal di Luar Nikah, Calon Doktor Minta Maaf Hingga Dikecam MUI

Tonton videonya;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Baca: Viral Video Suami Secara Brutal Tempeleng Istri Terekam CCTV, Dihajar Saat Menggendong Anak

Baca: Dana Otsus Rp 17,5 Juta per Kepala, Mahfud MD Bongkar Perangai Korup Pejabat Papua

Anggota DPR terpilih dari Dapil Sumut II, Sihar Sitorus menilai wacana wisata halal di Danau Toba yang dilontarkan Edy Rahmayadi tidak menghargai apa yang sudah membudaya dalam masyarakat setempat, terutama ketika menyangkut mengenai penataan ternak dan pemotongan babi. 

Menurut Sihar Sitorus gagasan Edy tersebut malah mengadakan dikotomi atau pemisahan dalam masyarakat dan melanggar konsep Bhinneka Tunggal Ika.

“Wisata halal yang dicanangkan oleh Pemerintah menciptakan pemisahan/segregasi antar umat beragama bahkan suku bangsa.

Bukankah Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan agama namun tetap satu di dalam Indonesia sebagaimana konsep Bhinneka Tunggal Ika yang ditetapkan oleh para pendahulu negeri ini.

Jika hal ini diterapkan tentu akan menciptakan diskriminasi antar satu kelompok dengan kelompok yang lain,” ujar Sihar Sitorus, Sabtu (31/08/2019).

Baca: Akhirnya Mayangsari Beberkan Masa Pernikahannya dengan Putra Presiden Soeharto, Bambang Trihatmodjo

Sihar Sitorus saat mengikuti acara adat pemberangkatan dari paman di Kabupaten Samosir, Kamis (17/1/2019)
Sihar Sitorus saat mengikuti acara adat pemberangkatan dari paman di Kabupaten Samosir, Kamis (17/1/2019) (Tribun Medan)

Senada tokoh muda berdarah Batak, Martin Manurung menyayangkan isu-isu yang berkaitan dengan keyakinan agama dibawa ke ranah publik.

"Halal dan haram itu kan persoalan keyakinan individu. Hal-hal seperti itu harusnya tidak usah dibawa ke dalam ranah publik, karena akan jadi problematik," kata Martin Manurung, Selasa (3/9/2019).

Martin menuturkan, lebih baik pembahasan terkait wisata halal dilakukan dalam rapat tertutup bersama kepala daerah sekawasan dan tokoh masyarakat atau diskusi.

Dalam diskusi itu, juga harus dibahas bagaimana menata kawasan Danau Toba menjadi lebih baik serta kebersihan lebih bagus.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Anil Rasyid
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved