Djarot dan Terdakwa Hoaks Dewi Budiati Bertemu di PN Medan, Bersalaman tapi Hukum Harus Ditegakkan

Djarot mengatakan hal yang membuatnya sedih karena adanya opini dan halusinasi dalam memposting status melalui smartphone.

Djarot dan Terdakwa Hoaks Dewi Budiati Bertemu di PN Medan, Bersalaman tapi Hukum Harus Ditegakkan
tribun medan/victory
#Djarot dan Terdakwa Hoaks Dewi Budiati Bertemu di PN Medan, Bersalaman tapi Hukum Harus Ditegakkan. Terdakwa Dewi Budiati dan saksi Djarot S di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (4/9/2019) 

#Djarot dan Terdakwa Hoaks Dewi Budiati Bertemu di PN Medan, Bersalaman tapi Hukum Harus Ditegakkan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mantan Calon Gubernur Sumut, Djarot Saiful Hidayat hadir dalam persidangan Kasus UU ITE status Hoaks dengan terdakwa Dewi Budiati (54) di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (4/9/2019).

Saat bersaksi dalam persidangan Djarot menerangkan dirinya kecewa karena dirinya difitnah.

"Saya sangat kecewa dan prihatin dengan fitnah tersebut, karena sangat berbahaya bagi kehidupan demokrasi kedepannya.

Saya tidak merasa tercemar tapi terhina, karena ini bukan tentang orang per orangan.

Tapi bagaimana sehatnya demokrasi bangsa kita ke depannya," ungkapnya saat ditanya Majelis Hakim yang diketuai Sri Wahyuni.

Djarot menegaskan membantah dirinya ada terlibat penyuapan seperti yang dituliskan terdakwa Dewi Budiati.

"Jadi saya diundang, karena kebetulan pulang dari Asahan, oleh asosiasi Kepala Desa Simpang Kawat Asahan.

Saya diundang untuk silahturahmi, saya sharing pengalaman pernah menjadi gubernur bagaimana mengelola anggaran keuangan di desa.

Tidak ada perkataan kampanye sama sekali. dan itu hanya sekitar 30 menit saya di situ langsung pulang," tegasnya.

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved