Hutan Terbakar, Harimau Sepanjang 3 Meter Bertapak 12 Cm Muncul di Jambi, Warga Diminta Hati-hati

Kabar Harimau 3 Meter Berkeliaran Bikin Warga Desa Suka Maju Mestong Heboh, Tim Cek Lokasi.

Hutan Terbakar, Harimau Sepanjang 3 Meter Bertapak 12 Cm Muncul di Jambi, Warga Diminta Hati-hati
Tribun Pekanbaru
Harimau muncul di Jambi 

"Di Londrang supaya api tidak melebar ke HTI kita lakukan sekat disitu kita minta bantuan WKS," sambungnya.

Upaya pemadaman juga dilakukan pihak Masyarakat Peduli Api (MPA) namun karna kondisi kekeringan yang ekstrim kawasan yang ditanami jelutung rawa itu tidak terselamatkan.

"Upaya masyarakat, MPA sudah luar biasa. Bahkan ada anggota mpa yang kebunnya terbakar juga karna api merembet," ujar Bestari dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Kabut Asap Makin Pekat, Libur Sekolah di Merangin Diperpanjang

Kabut asap di Kabupaten Merangin makin parah.

Setelah meliburkan anak sekolah hingga Kamis, kini pemerintah Kabupaten Merangin kembali menambah waktu libur.

Sesuai dengan surat edaran (SE) Bupati Merangin dengan nomor 421.2/SE DISDIKBUD/ 2019 TENTANG LIBUR SEKOLAH TERKAIT KABUT ASAP, anak sekolah mulai dari PAUD, TK/RA SD/MI serta SMP/MTS sampai tanggal Sabtu tanggal 21 September mendatang.

Dalam SE yang ditandatangani langsung oleh Bupati Merangin Al Haris itu, hasil uji indeks standar pencemaran udara (ISPU) kabupaten tetangga dan aplikasi air visual 189 dengan kondisi udara tidak sehat.

"Hasil konsultasi dan koordinasi dinas pendidikan dan kebudayaan, kementrian agama, dinas lingkungan hidup dengan Bupati Merangin pada 18 September 2019, tentang kabut asap dan kondisi udara yang tidak sehat di kabupaten merangin," kata bupati dalam SE tersebut.

Sehubungan dengan hal tersebut, untuk menghindari dampak dari kabut asap bagi kesehatan para peserta didik, maka bupati merangin memutuskan untuk meliburkan proses pembelajaran di sekolah jenjang PAUD, TK/ RA, SD/MI dan SMP/MTs baik negeri maupun swasta di lingkungan dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Merangin dan kementrian agama Kabupaten Merangin dari 19 hingga 21 September 2019 dengan ketentuan.

Pertama, dari kelas IV hingga VI tingkat SD/MI dan Kelas VII hingga IX jenjang SMP/MTs, agar guru memberikan tugas rumah bagi siswa.

Lalu mengimbau kepada orang tua peserta didik agar mengawasi dan mengurangi aktifitas anak diluar rumah, mengingat kabut asap dapat membahayakan kesehatan. Namun bagi seluruh tenaga pendidik dan kependidikan tetap masuk kerja seperti biasa.

19 orang Ditetapkan sebagai Tersangka

Mengutip Antaranews, Kepolisian daerah (Polda) Jambi telah menetapkan sebanyak 19 orang tersangka pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla) berdasarkan 13 laporan polisi yang berada di wilayah hukum Polda Jambi yang terbagi dalam enam polres.

"Ke-19 orang tersangka itu ada pada Polres Muarojambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Bungo dan Polres Tebo," kata Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi.

Dia juga mengatakan, sampai saat ini juga sudah ada sebanyak 32 orang saksi yang diperiksa oleh kepolisian.

Dalam kasus pembakaran hutan dan lahan itu tidak ada satupun yang tertangkap basah saat melakukan aksi pembakaran lahan.

"Semuanya hasil penyelidikan polisi dan ada juga yang berdasarkan laporan dari masyarakat setempat dimana lokasi kebakaran terjadi," katanya.

Terkait lahan perusahaan yang juga turut terbakar sepanjang 2019, Kombes Pol Kuswahyudi menjelaskan, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terhadap para pemegang izin  karena rangkaiannya sangat panjang sehingga membutuhkan pendapat ahli untuk menetapkan tersangka dari perusahaan.

Ditanya saksi ahli yang akan digandeng dalam penanganan kasus karhutla, jurubicara Polda Jambi itu menerangkan, ahli yang akan membantu mengusut kasus kebakaran berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Terkait jumlah luas lahan yang terbakar akibat perbuatan tersangka, pihak Polda Jambi masih belum mendapatkan laporan secara pasti berapa luas lahan yang terbakar, karena dari 10 tersangka yang lama ada 80 hektar lahan yang terbakar dimana lahan itu merupakan milik para tersangka.

Sementara itu Kapolres Muarojambi AKBP Mardiono malalui Kasat Reskrim George Alexander mengatakan, belum mengetahui secara pasti berapa luas lahan yang terbakar karena masih dalam penghitungan ahli dan dalam waktu dekat akan di ketahui berapa luasnya. (*)
 

Artikel telah tayang di TribunJambi.com dengan judul: 125 Hektar Jelutung Rawa di Muarojambi, Hangus Terbakar Selama Kemarau 2019 dan Kabar Harimau 3 Meter Berkeliaran Bikin Warga Desa Suka Maju Mestong Geger, Tim Cek Lokasi

Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved