Narapidana Lapas Siborong-borong Raup Uang Ratusan Juta, Modus Lelang Tipu Korban Lewat WhatsApp

Penipuan lewat medsos berkedok pelelangan di Kementerian Keuangan oleh seorang napi di Lapas Siborong-borong meraup uang Rp 110 juta

Narapidana Lapas Siborong-borong Raup Uang Ratusan Juta, Modus Lelang Tipu Korban Lewat WhatsApp
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Para terdakwa penipuan lewat medsos berkedok pelelangan di Kementerian Keuangan oleh seorang napi di Lapas Siborong-borong berhasil meraup uang Rp 110 juta dari korban. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Penipuan lewat medsos berkedok pelelangan di Kementerian Keuangan oleh seorang napi di Lapas Siborong-borong meraup uang Rp 110 juta dari korban.

Kelima terdakwa adalah Hendra Adi Syahputra yang merupakan Narapidana Tindak Pidana Narkotika di Lapas Siborong-borong serta Afdiyan (50) bekas narapidana. Dan 4 orang lainnya Muhammad Fauzi (39) M. Arsal (35), Kiki Rizky Yunanda (29), Ahmad Taufan (31).

Hal ini terungkap di persidangan perdana beragendakan pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Medan, Jumat (4/10/2019).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Ainun menyebutkan awal kasus terjadi didalangi oleh Hendra Adi Syahputra yang merupakan Narapidana Tindak Pidana Narkotika di Lapas Siborong-borong (berkas terpisah) dengan maksud untuk memperoleh keuntungan.

Ia bekerjasama dengan teman-temannya sesama mantan napi di Lapas Siborong-borong yaitu terdakwa Afdiyan berperan untuk mencarikan rekening guna menampung uang hasil kejahatannya.

"Lalu terdakwa M.arsal, Kiki Rizki Yunanda dan Ahmad Taufan berperan mengeksekusi uang yang telah masuk ke rekening penampung," Ungkap JPU Nur dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Erintuah Damanik.

Sedangkan terdakwa Fauzi berperan sebagai penyedia buku rekening dan ATM selanjutnya uang yang telah diambil dari rekening penampung.

"Kemudian atas perintah narapidan Hendra Adi Syahputra maka Ahmad memasukkan uang tersebut ke beberapa rekening yang diperintahkan oleh Hendra," ungkap Jaksa.

Awalnya kasus terjadi pada tanggal 24 Januari 2019 dimana Hendra menghubungi korban bernama IR. Honer Bochem Sinaga melalui media sosial whatsapp dengan berpura-pura sebagai pemilik profil Syarif Hidayatulloh (teman lama saksi korban saat masih aktif di Partai P3I)

"Dimana ia menawarkan lelang kendaraan roda 4 lalu dengan perkataan bohong menyampaikan informasi bahwa pihak Kementerian Keuangan di KPKNL sedang mengadakan lelang kendaraan roda 4," jelasnya.

Kemudian untuk meyakinkan korban maka terdakwa memberikan list kendaraan yang akan dilelang melalui pesan whatsapp.

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved