Narapidana Lapas Siborong-borong Raup Uang Ratusan Juta, Modus Lelang Tipu Korban Lewat WhatsApp

Penipuan lewat medsos berkedok pelelangan di Kementerian Keuangan oleh seorang napi di Lapas Siborong-borong meraup uang Rp 110 juta

Narapidana Lapas Siborong-borong Raup Uang Ratusan Juta, Modus Lelang Tipu Korban Lewat WhatsApp
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Para terdakwa penipuan lewat medsos berkedok pelelangan di Kementerian Keuangan oleh seorang napi di Lapas Siborong-borong berhasil meraup uang Rp 110 juta dari korban. 

"Pada hari yang sama sekitar jam 19.00 WIB, terdakwa Hendra kembali menghubungi korban dengan mengiming-imingi jika korban membayar 50 persen akan diberikan diskon sebesar 15 persen dari nilai jual lelang," tutur JPU.

Sehingga pada saat itu juga, korban mengirim uang kembali sebesar Rp 60 juta.

Setelah uang tersebut diterima oleh, selanjutnya Hendra menjanjikan kepada bahwa mobil akan segera diproses pada tanggal 1 Maret 2019.

Lalu pada 1 Maret 2019 Hendra kembali menghubungi korban dengan maksud meminta diisikan pulsa dengan berpura-pura mengirimkan pesan bahwa pulsa tersebut yang diperuntukkan untuk KASI STNK dan petugas SAMSAT POLRES Jakarta Timur lainnya supaya STNK segera diterbitkan.

Berikut adalah nomor-nomor handphone yang diminta oleh Hendra untuk diisikan pulsa 08121006274 (mengaku sebagai kasi STNK samsat Polres Jakarta Timur) untuk diisikan pulsa dengan total nilai Rp 10 juta.

Lalu Hendra membuat tanda terima dana booking sementara 1 unit mobil Honda Civic Turbo 1.5 A/T warna hitam Tahun 2018.

Selanjutnya Hendra juga menggunakan data palsu Kasi Stnk Samsat Jakarta Timur Arif Fazrulrahman.

"Hendra juga membuat scan STNK palsu atas nama korban seolah olah STNK tersebut telah dikeluarlkan oleh pihak Kepolisian," ungkap Jaksa.

Kemudian berdasarkan perintah hendra kepada Terdakwa Afdiyan yang sebelumnya telah saling mengenal didalam LAPAS Kelas II B Siborong-borong agar Terdakwa Afdiyan mencari orang yang memiliki Rekening untuk menampung uang hasil kejahatan.

Maka terdakwa Afdiyan meminta kepada terdakwa Muhammad Fauzi untuk mempersiapkan Nomor Rekening dan ia memberikan nomor rekening BRI 530501018306534.

Sesuai perintah Hendra pula lalu terdakwa Arsal menerima ATM dan buku Rekening Bank BRI dan kemudian memberikan ATM dan Buku Rekening tersebut kepada Terdakwa Afdiyan, Kiki Rizky Yunanda, Ahmad Taufan (adik dari terdakwa Hendra).

"Maka ATM dan Buku Rekening tersebut diserahkan kepada Hendra untuk dipergunakan sebagai sarana untuk menampung uang hasil kejahatan dengan cara melakukan penipuan online terhadap korban," jelas Jaksa.

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved