TRIBUN WIKI
5 Fakta Soal Songket Batubara, Warisan Budaya Sumut yang Harus Terus Dilestarikan
Songket Melayu Batubara adalah salah satu warisan budaya Sumatera Utara yang bahkan sampai dengan saat ini
Penulis: Alija Magribi |
TRIBUN-MEDAN.com - Songket Melayu Batubara adalah salah satu warisan budaya Sumatera Utara yang bahkan sampai dengan saat ini, masih lestari dikreasikan.
Masyarakat Kabupaten Batubara sadar betul dengan warisan turun temurun sebagai identitas bangsa Melayu yang perlu dipertanggungjawabkan ke depannya.
Di Kabupaten Batubara sendiri ada salah satu kampung yang digagas menjadi sentra Songket Melayu Batubara, yakni Kampung Panjang, Kecamatan Talawi.
Lebih dari 300 pengrajin Songket Batubara dapat ditemui di sana dengan berbagai varian corak dan kualitas tenunnya.
Tribun Medan pun berkesempatan mewawancarai Muhammad Rudi, salah satu pengusaha Songket Melayu Batubara yang ditemui, Selasa (8/10/2019).
1. Usaha Turun Temurun
Ia mengatakan aktif menjalankan bisnis produk lokal tersebut sebab punya tanggung jawab budaya di samping memperhatikan aspek keuntungan semata.
"Jadi Songket Melayu Batubara ini, sudah turun temurun dari orangtua perempuan saya (ibu) dan kini berlanjut ke saya. Jadi Songket seperti punya cerita panjang dalam nadi keluarga saya, sehingga rasanya patut diteruskan," ujar Rudi.

Ia memperkirakan, sampai sebelum kakek-neneknya, orang-orang Batubara dahulu (Prapemekaran Asahan) sudah menenun songkat. Bahkan, atas dasar itulah disinyalir penamaan Kabupaten Batubara selain dari kawasannya, adalah lantaran kreasi songketnya.
"Sejarah Songket Melayu Batubara ini panjang. Paruh abad 19 sudah ada. Bahkan nama Songket Batubara sudah dikenal meski saat itu kita termasuk wilayah Kabupaten Asahan," cerita Rudi.
2. Songket Warisan Budaya Melayu
Apalagi dikatakan Rudi, pasar Songket Melayu Batubara dengan nama besarnya saat ini tergolong stabil. Pasar Songket Melayu Batubara masih diminati, meski kadang, seketika waktu juga mengalami penurunan.
Ia menjelaskan, ada tantangan yang dihadapi dalam melestarikan warisan budaya melayu ini. Diantaranya adalah langkanya bahan baku seperti benang sutra dan semakin naiknya ongkos pengiriman Songke Melayu, mulai dari bahan baku sampai menjadi barang siap pakai.

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/berbagai-aktivitas-masyarakat-pengrajin-tenun-songket-melayu-batubara.jpg)