TRIBUN WIKI

5 Fakta Soal Songket Batubara, Warisan Budaya Sumut yang Harus Terus Dilestarikan

Songket Melayu Batubara adalah salah satu warisan budaya Sumatera Utara yang bahkan sampai dengan saat ini

Tayang:
Penulis: Alija Magribi |
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Berbagai aktivitas masyarakat pengrajin tenun Songket Melayu Batubara yang ada di Kampung Panjang, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara, yang dikenal sebagai sentra Songket Batubara. 

4. Dorong Songket Batubara Masuk Kehidupan Masyarakat Masa Kini

Salah satu pengurus organisasi budaya melayu, Haris Chandra dari LBM Tuah Melayu Deli Batubara mengatakan dirinya dan teman-teman organisasi memiliki konsern yang sama dalam melihat masa depan Songket Melayu Batubara.

Bahkan dengan beberapa organisasi budaya yang sama, mereka mendorong Pemerintah bagaimana Songket Melayu Batubara masuk ke lini kehidupan masyarakat.

Dikatakan Haris, sejauh ini Songket Batubara memiliki pangsa pasar yang besar di Asia Tenggara. Bahkan pertengahan tahun 2019 kemarin, ujarnya, putra Prabowo Subianto yang merupakan seorang desainer pernah membawa Songket Melayu Batubara untuk dipamerkan ke Eropa.

"Kemarin dia sempat mengajak pengrajin tampil di salah satu event handicraft di Jakarta dan sempat juga menjelaskan membawanya ke Eropa. Mungkin karena masih ada halangan belum sempat mampir kemari," ujar Haris.

5. Songket Jadi Pakaian Wajib Instansi

Sejauh ini, Pemakaian Songket Melayu sudah masuk sebagai pakaian wajib di instansi pemerintahan pada hari-hari tertentu.

Kemudian para pelajar di Dinas Pendidikan Kabu[aten Batubara juga mengombinasikan corak songket pada seragamnya.

"Lalu kita berharap pakaian seperti teluk belanga juga bisa diterapkan pada hari-hari tertentu," kata Haris, Senin (7/10/2019)

Ia menherankan bahwa produksi Songket Melayu Batubara lahir setiap harinya namun belum sepenuhnya mendapat tempat di hati masyarakat Kabupaten Batubara.

"Makanya kita mendorong, bagaimana memakai songket bukan sebatas acara simbolis pemerintah, pesta atau hanya dipakai saat saat ada acara organisasi kebudayaan saja. Tapi bagaimana ini bis dipakai saat lebaran. Karena lebaran kemarin kita sudah mulai sepakat pakai Songket Melayu, namun masih dilihat seperti pemandangan yang langka oleh masyarakat," pungkasnya

(cr15/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved