Lembu Hamil Ditemukan Terpotong-potong di Perkebunan Sawit, Daging dan Kepalanya Raib

lembu yang dilepas di areal perkebunan itu hanya tersisa isi perut dan tulang rusuk lembu beserta bangkai seekor bayi lembu.

Lembu Hamil Ditemukan Terpotong-potong di Perkebunan Sawit, Daging dan Kepalanya Raib
TRIBUN MEDAN/HO
Sejumlah warga menyaksikan potongan lembu dan bangkai lembu bayi di areal perkebunan sawit Dusun X, Desa Terusan Tengah, Kecamatan Tinggi Raja, Asahan pada Jumat (11/10/2019). Sementara daging dan kepala lembu raib. 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Seekor lembu betina yang tengah hamil milik warga Dusun X, Desa Terusan Tengah, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan pada Jumat (11/10/2019) ditemukan dalam keadaan telah terpotong-potong di perkebunan sawit.

Kepala Dusun X Desa Terusan Tengah, Suryadi mengatakan bangkai lembu dan bayinya pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 06.30 WIB. Diketahui lembu tersebut merupakan milik warganya yang bernama Selamat dan memang tidak dikandangkan.

"Pertama kali diketahui jam setengah tujuh pagi tadi. Setelah dicek punya pak Selamat," kata Suryadi, Jumat.

Saat ditemukan, lembu yang dilepas di areal perkebunan itu hanya tersisa isi perut dan tulang rusuk lembu beserta bangkai seekor bayi lembu.

Suryadi menyebutkan pencurian daging lembu itu telah dilaporkan pemiliknya ke Polsek Prapat Janji. Menurutnya kejadian seperti ini merupakan yang pertama kali terjadi di kampung mereka.

"Kalau dilihat tadi pahanya hilang, daging dan kepalanya juga nggak ada. Sudah buat laporan tadi ke Polsek," ucapnya.

Setelah peristiwa itu, bangkai bayi lembu dan bagian lembu dewasa yang telah terpotong-potong telah dikuburkan pemiliknya.

Kapolsek Prapat Janji, AKP Nasib Manurung membenarkan adanya peristiwa pencurian seekor lembu milik warga Dusun X, Desa Terusan Tengah, Kecamatan Tinggi Raja, Asahan.

Kini pihaknya tengah menyelidiki pelaku pencurian daging ternak milik warga tersebut.

"Lembunya dilepas di kebun dan tidak dikandangkan. Dicuri orang dengan cara dipotong di tempat. Saat ini masih dalam lidik," sebut Nasib.

Ia pun mengimbau kepada seluruh pemilik hewan ternak agar menyediakan kandang, agar kejadian serupa tidak terulang kembali

"Kami sudah imbau bahwa ternak lembu seharusnya dikandangkan. Sebab kalau dilepas di areal yang luas, sudah pasti tidak terpantau pemiliknya," pungkasnya.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved